Pada tanggal tersebut, 15 November 2011, saya juga telah menjadwalkan presentasi mengenai “English 3.0 Pilot Project” di The Global Education Conference 2011. Setelah mengirim email kepada penyelenggara konferensi, Steve Hargadon, akhirnya saya berhasil mengubah jadwal presentasi menjadi 17 November. Inilah yang akhirnya mengantarkan saya dan SMA Negeri 1 Jambi berhasil melaksanakan telekonferensi tanggal 16 nopember 2011 jam 14.30 WIB. Telekonferensi berjalan dengan lancar menggunakan Skype. Seluruh Siswa-siswi dan pihak sekolah merespon positif kegiatan ini dan turut hadir dalam telco yaitu wakil kepala sekolah SMA Negeri 1 Kota Jambi, Pak Karnama, S.Pd. Kepala sekolah tidak bisa hadir dalam kegiatan telco karena sedang berada diluar kota. Inilah telekonferensi dan presentasi pertama saya yang tidak mengandalkan pada power point dan juga sharing screen. Secara keseluruhan, telekonferensi ini mengandalkan pada dialog dengan siswa. Untuk kali pertama pula, telekonferensi ini menggunakan Inggris sebagai bahasa pengantar.
Siswa SMA Negeri 1 Jambi sangat antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkualitas. Mereka mengajukan semua pertanyaan dalam Bahasa Inggris. Siswa memiliki kemampuan komunikasi dalam Bahasa Inggris yang sangat efektif. Walaupun kami tidak dapat melakukan panggilan video dua arah, saya dapat merasakan sambutan hangat dari sekolah dan juga siswa-siswi di Jambi. Dalam kegiatan telekonferensi, semua dialog berlangsung secara spontan dan dinamis. Saya bahkan tidak memiliki kesempatan untuk membuat catatan. Namun, saya ingat sekali beberapa pertanyaan kritis dan bermutu tinggi yang diajukan para siswa. Saya mencoba meringkas beberapa pertanyaan tersebut sebagai berikut:
1. Bagaimana cara memperoleh beasiswa dan kesempatan belajar ke luar negeri?
2. Apa saja keunggulan dan kekurangan bangsa kita (Indonesia) dibandingkan dengan Amerika?
3. Apakah anda lebih senang tinggal di Amerika atau tinggal di Indonesia?
4. Apa rencana anda setelah selesai studi? Apakah akan tinggal di Amerika atau kembali ke Indonesia?
5. Bagaimana perbandingan sistem pendidikan di Indonesia dengan sistem pendidikan di Hawaii, Amerika?
6. Apa saja kesulitan-kesulitan yang anda hadapi dalam beradaptasi dengan budaya, makanan, dan juga lingkungan yang berbeda?
7. Apa saja perbedaan dan persamaan kebudayaan dan gaya hidup Indonesia dengan Hawaii?
8. Bagaimana kondisi persekolahan di Amerika? Sistem pendidikan, kegiatan akademik dan nonakademik, remedial, dsbnya.
Saya dapat merasakan antusiasme siswa untuk bisa memperoleh informasi. Rasa tahu siswa begitu tinggi. Pak Noprival sempat kesulitan dalam memilih siswa untuk diberi kesempatan bertanya. Kegiatan telekonferensi kali ini dilaksanakan sepenuhnya dengan kegiatan Tanya jawab. Kegiatan dialog melalui telekonferensi ini dilaksanakan secara parallel untuk dua kelas. Pertemuan untuk kelas pertama dilaksanakan pada pukul 14:30 - 15:10 WIB (09.30 – 10.10 PM Hawaiian Standard Time) dan pertemuan untuk kelas kedua dilaksanakan pada pukul 15:30 - 16:10 (10:30 – 11:10 PM HST).
Dalam kegiatan ini, saya menjawab pertanyaan siswa dengan menggunakan pengalaman saya sendiri. Pengalaman-pengalaman saya tentu saja sangat diperngaruhi oleh latar belakang yang saya miliki. Pengalaman tersebut antara lain, sejak kecil telah terkondisi dalam lingkungan yang menghargai multi etnis, menghargai perjuangan, menyenangi pendidikan, dan kebahagiaan menjadi guru. Pengalam tersebut kemudian berpadu dengan sistem pendidikan tinggi di Amerika, pemikiran ilmuwan yang saya kagumi, kegiatan akademik, dan juga kegiatan non-akademik. Pengalaman saya belajar dan tinggal di luar negeri akan sangat berbeda dengan pengalaman pribadi-pribadi lain, karena bagaimanapun interaksi antara latar belakang saya dengan lingkungan baru akan menghasilkan ciri khas yang unik dan membentuk saya sebagai pribadi.
Sebagai penutup, malam memang sudah larut di Honolulu ketika tulisan ini saya selesaikan. Keinginan untuk berbagi dan menyampaikan kesenangan akan keberhasilan telekonferensi ini mengalahkan rasa kantuk. Salam hangat dan penghargaan yang sebesarnya kepada para siswa dan sekolah atas sambutan hangatnya. Sampai jumpa di telekonferensi berikutnya.
Hery The


