Logo1000Guru
line decor
  - Best viewed in Firefox
line decor




TENTANG KAMI
PERKULIAHAN


mail to:
web-admin
 
 
 
 
 
 

Logo

 

Siapakah 1000Guru?

Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat non-profit, non-partisan, independen, dan terbuka. Spirit dari lembaga ini adalah “gerakan” atau “tindakan” bahwa semua orang bisa menjadi guru dan berkontribusi untuk meningkatkan level pendidikan di Indonesia.
Gerakan 1000guru ingin menjawab salah satu permasalahan mendasar dari pendidikan dasar-menengah di Indonesia yaitu "kekurangan guru", baik dari sisi kuantitias, kualitas, maupun penyebaran, dengan memanfaatkan kelimpahan sumber daya manusia yang tersebar di bidang-bidang non-pendidikan dasar-menengah dan yang tersebar di seluruh penjuru planet.
Gerakan 1000guru juga ingin menyambung kembali tali ikatan kultural antara dunia pendidikan dan masyarakat, seperti di masa lalu ketika pendidikan masih berlangsung di lingkup keluarga. Pendidikan adalah satu-satunya aset yang tidak dimiliki oleh makhluk selain manusia, yang sudah terbukti dan akan terus menjadi motor yang memperpanjang nyawa peradaban manusia. Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

  Langkah Kecil untuk Sesuatu Yang Besar
Catatan Perjalanan Video Telekonferensi untuk Pembelajaran Dari 1000Guru.net Di Kota Kediri
     
 


Acara Pertama Sabtu, 7 Maret 2009
Aula MAN II Kediri

Pada pukul 08.00 Wib persis acara di mulai, ada kekikukan pembawa acara saat memulai, karena saat itu terlihat sangat tidak santai, maklum acara semacam ini baru pertama kali diselenggarakanan di madrasah ini, bahkan tata cara mungkin sangat tidak lajim untuk sebuah event yang formal.

 

 

Dimulai dengan pembacaan umul kitab yang langsung juga disaksikan/online dengan nara sumber dari Jepang, dan dilanjutkan dengan sambutan Bapak Drs. H. Suhudi Kepala Madrasah, sambutan dimulai dengan ucapan syukur atas terselenggaranya acara ini dan ucapan terimakasih kepada Mas Agung Budiyono yang sedang online dari Jepang. Sambutan lebih seperti bincang-bicang ini dirasakan sangat akrab dan penuh dengan makna, barulah suasana yang sebelumnya formal dan cenderung kaku kini terlihat enjoy dan menyenangkan.

Berikutnya pembawa acara (pegang mic) mempersilahkan Mas Agung (sebagai penggagas 1000guru.net) seorang Doktor Ilmu Fisika peneliti di Lembaga Riset Pemerintah Jepang RIKEN (seperti LIPI di Indonesia) untuk menjelaskan www.1000guru.net yang merupakan perkumpulan non profit dari para profesional yang tinggal diperbagai penjuru dunia dan mahasiswa S2 dan S3 yang sedang belajar diluar negeri untuk menjadi Guru Relawan yang siap membagikan ilmu maupun bercerita hal-hal lain utk menumbuhkan motivasi pada adik-adik pelajar sekolah menengah di Indonesia melalui videoconference.

Acara berikutnya adalah penjelasan teknis dan manfaat videoconference untuk pembelajaran, dimana dengan menggunakan teknologi internet ini kita bisa melakukan pembelajaran dalam kelas tanpa guru harus hadir secara fisik dalam ruang kelas dengan demikian kita bisa mencari guru yang benar-benar menguasai bidang yang kita kaji atau profesional dan ini inti materi yang disampaikan salah seorang Guru TIK Madrasah kami.

Dan acara di lanjutkan dengan menyapa Deeta Lyliansa, siswa pertukaran pelajar Ind-Us asal SMA 2 Kediri. Yang istimewa dan mengharukan pada session ini, Deeta adalah putri Ibu Guru Kita di MAN II Kediri yaitu Bu Tatik Istiarni dan beliau sudah 7 bulan tidak pernah melihat wajah sang putri tercinta, dan disitu akhirnya menjadi perbincangan yang sangat akrab bahkan Ibu Guru Kita Bu Tatik sempat mengucapkan terimaksih kepada Ibu Kost (House Mom) putrinya yang tentunya adalah Warga Negara Amerika bernama Mrs. Sylfia.

Dan tibalah puncak acara yaitu pembelajaran jarak jauh dengan guru relawan mas Ferry Astika beliau adalah asli Kediri yang sekarang sedang menyelesaikan S3 di Tokyo bidang “Jaringan Internet”, karena beliau orang kediri maka tahu betul bagaimana logat dan kondisi anak kediri, bahkan beliau sempat membuka pelajaran dengan intro “saya sangat kangen dan ingin sekali merasakan sambal tumpang kediri”, materi yang di bawakan adalah “Internet dan Masa depannya”. Bagus sekali materinya terutama

pada sesi akhir di mana beliau menanyakan kepada kami “apakah anda siap berperang melalui teknologi” karena nanti semua barang yang kita pakai akan bisa di deteksi melalui GPRS, apakah bisa juga dikendalikan Mas ? kalau begitu bahaya atau bermanfaat untuk hidup kita Mas ? Tanya beberapa siswa, jawabannya tentunya bergantung pada pakar2 teknologi, salah satunya seperti Mas Ferry Astika.

Tepat pukul 11.00 satu jam lebih dari yang direncanakan yaitu 10.00 acara di akhiri dengan doâ penutup dari Bapak Kepala Madrasah, dan mudah-mudahan ilmu dan pengalaman ini bermanfaat pada MAN II Kota Kediri dan Dunia Pendidikan Indonesia umumnya.

Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini Mas Agung, Mas ferry, Mas Unggul, Mbak Zulfa . dari 1000guru dan Pak Nanang dan Mas Sopingi dari MAN II Kediri

Salam Hangat dari Pinggir Kali Brantas Kediri

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Ali Sahbana (Guru TIK MAN II Kediri)

Dikutip dari http://1000guru.net/htmls/events/07_03_2009.html

 

Acara Kedua 11 April 2009
Kelas Xi MAN II Kediri

Pagi–pagi buta jam 6.00 sesegera mungkin saya olor kabel LAN dari kantor TU ke kelas Xi (jaraknya kurang lebih 300 m), kabel LAN ini saya manfaatkan untuk ngolor sambungan telpun, maklum sekolah kami internet hanya ada di kantor dan Labkom jadi modem saya bawa ke Kelas biar efektif n bisa pakai internet di kelas, mungkin ada pertanyaan kok ngak manfaatkan Hotspot ? masih dalam perjuangan untuk pengadaan, Pada hari ini akan di ujicobakan Videotelekonferen untuk pembelajaran di dalam kelas, “ada acara apa Pak ?” Tanya seorang siswa sambil nyapu lantai karena piket yang heran dengan kesibukan saya, “Nanti kamu akan diajar oleh guru dari Jepang lewat internet” jawab saya sekenanya, “wah tenan to Pak ?” sambungnya dan untuk kali ini saya tak menjawab pertanyaannya maklum anak 2 Xi pada heran karena sebelumnya memang tidak saya kasih tahu tentang acara ini, bukan tidak sempat tetapi memang saya tidak ngajar di kelas X.

Pukul 07.00 persis acara kita mulai dan yang menjadi guru relawan Kali ini adalah Pak Agung Budiyono, beliau membawakan materi yang dikaji saat ini di REIKEN sebuah Lembaga Riset Pemerintah Jepang kayak LIPI di Indonesia, judulnya adalah “Apakah Elektron itu Partikel atau Gelombang”, wah jika yang membawakan Profesor memang lain, dulu waktu kuliah saya juga pernah belajar materi ini tapi nggak jelas, tapi saat itu anak 2 sangat antusias mengikuti materi dan kelihatan ngerti materinya, bahkan anak yang jongkok (gambar di bawah; sekarang telah menjadi anggata milis 1000guru) bertanya “Jadi Kesimpulannya apa Pak Agung, Elektron itu Partikel atau Gelombang? ”,
Pak Agung menjawab dengan sedikit diplomasi , “oleh karena itu nanti jika kalian belajar materi itu, mungkin di perguruan tinggi, ada literatur/buku menjelaskan sifat dualisme elektron yaitu sebagai gelombang dan partikel”, lanjutnya ” tetapi sebenarnya sampai saat ini pertanyaan itu masih belum terjawab, dan anehnya saya digaji Pemerintah Jepang untuk Menjawab Pertanyaan Itu”

 

 

Selanjutnya pukul 08.00 sesi tanyajawab dan motivasi, nah untuk sesi ini saya tanyangkan Biografi Pak Agung, yang intinya, gimana beliau bisa kecil dari Pati Jawa Tengah sampai Ke Tokyo Jepang saat ini, serta pengalaman sekolah saat itu dan keinginan beliau saat ini, materi ini saya ambil dari biografi guru relawan 1000guru.net dan saya tampilkan pakai power point tentunya dengan iringan lagu, saya pilih “bila waktu tlah berakhir” biar lebih “nges”, dan saat itu Pak Agung saya dengar ter tawa kecil karena bisa melihat tampilan kami lewat teamview, mungkin karena Gambar Penyihirnya ya Pak ?, karena cita2 waktu kecil ternyata jadi penyihir, dan saat itu kelihatan anak2 sangat antusias sekali mengikuti tayangan biografi Mas Agung, bahkan anak laki2 yang paling depan pada gambar mengungkapkan isi hatinya “ Pak Agung, mulai sekarang saya bertekat ingin ke Jepang seperti Pak Agung, tolong Bapak jelaskan caranya”, mendengar pertanyaan bersemangat itu nampaknya Mas Agung berusaha enjoy “wah tergantung mau kejepangnya ingin apa ?”, “kalau pingin tamasya ya kerja dulu banyak duit dan nanti saya undang kejepang”. Sambil tertawa kecil “tetapi kalau pingin belajar maka adik2 harus mempersiapkan dari sekarang, belajar yang rajin dan punya kemauan yang kuat, jika nasib baik berpihak pada adik2 Insya Allah bisa belajar keluar negeri seperti saya, caranya cari informasi dan coba ikuti program beasiswa, jika seperti saya itu dari pemerintah Jepang, setiap tahun hanya sekitar 10 siswa lulusan SMA di Indonesia yang beruntung mendapat beasiswa, nama beasiswanya “Mambuso” itupun dari hasil seleksi yang sangat ketat, singkatnya sampeyan harus punya cita-cita yang tinggi dan belajar sungguh-sungguh, dari mimpi dan kerjakeras itulah nanti masa depan adik2 akan gemilang sesuai harapan adik2, tidak hanya dan harus melalui pendidikan tinggi lo, profesi apapun jika dikerjakan dengan sebaik-baiknya nanti adik2 akan sukses”.

Tepat pukul 10.00 acara Videotelekonferen dalam materi “Belajar Fisika itu Mudah” di akhiri, Anak2 sebetulnya pingin foto bersama Pak Guru (Mas Agung) tetapi ngak kesampaian karena baterai laptop mas Agung keburu habis, atau ngak mau tampil ya mas ? nggak apa-apa, yang penting saat itu saya punya keyakinan bahwa sesi motivasi ini sangat mengena dan dapat dikatakan berhasil pada siswa.

Berikutnya kelihatan anak2 sudah capek karena sudah 3 jam mengikuti materi, dan saya tawarkan istirahat 15 menit untuk kekantin, yang istimewa pada acara di kelas kali ini coordinator 1000guru wil Kediri Mbak Zulfa Nurhidayati menyempatkan hadir dikelas kami. dan pada acara inilah (saat sesi istirahat) kami bincang-bincang dan tercetuslah keinginan untuk mengadakan acara berikutnya yaitu Pelatihan Guru-guru TIK SMP/MTs dan SMA/MA sekota Kediri dan kami sepakat kita pilih zona netral yaitu Telkom Kediri.

Lima belas menit telah berlalu, ternyata semua anak sudah pada bangkunya masing-masing, sesi berikutnya adalah pemutaran Video Pembelajaran yang di buat oleh Guru-guru Relawan dari Dresden Jerman, satu-persatu video kami putar semuanya bagus diantara materi yang sempat di Putar (karena DVD nya 2 keping jadi ngak sempat diputar seluruhnya) :

  1. Apa itu Tekstil; dari Tekstil sandang sampai Tekstil Teknik (Gunawan)
  2. Mengenal Jurusan Ilmu Komputer (Ari Saptawijaya)
  3. Belajar Lebih Menyenangkan (Dadang Kurnia)
  4. Gelombang dalam keseharian (Ediansjah Zulkifli)
  5. Pengolahan Air Minum (Fajar Danur Isnantyo)
  6. Konservasi Satwa Liyar di Indonesia (Muhammad Ali Imron)
  7. Advertising/ Periklanan (Hafni Arika)

Materinya semua menarik dan sangat bermutu karena memang disampaikan oleh ahlinya, semua siswa menyimak pemutaran dari video pertama hingga terakhir,
“Terimakasih yang sebesar-besarnya atas sumbangsih dan kerja keras temen-temen Guru Relawan Dresden bagi dunia pendidikan di Indonesia”, “ Kami sangat menunggu – nunggu karya2 berikutnya”.

Acara berikutnya adalah sepatah kata dari perwakilan 1000guru.net kebetulan sesi ini dimanfaatkan oleh anak2 untuk tahu lebih lanjut tentang beasiswa, dan Mbak Zulfa menjelaskan berdasarkan Pengalaman beliau ketika menempuh S1 di UGM, dan memberikan motivasi kepada anak2 supaya punya cita-cita yang tinggi berusaha keras dengan belajar yang rajin, walaupun dari sekolah yang terpencil dan dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan jangan minder, karena banyak jalan bisa sukses menempuh pendidikan yang tinggi salah satunya dengan Beasiswa baik di dalam maupun di luar negeri.

Tepat pukul 11.30 rangkaian acara Pembelajaran dengan Video telekonferen di akhiri, mudah-mudahan memberikan kesan yang mendalam di hati sanubari Adik-adik kita untuk meraih cita-cita dan merakit masadepannya.

Ali Sahbana

 

Acara Ketiga 18 April 2009
Telkomspeedy Kediri

Rekans....

Laporan versi saya....kalau ada info yang masih terlupa....mohon Mas Ali Sahbana melengkapinya. Terutama untuk laporan visual. Workshop di Kediri telah kami lakukan tadi Sabtu tgl 18 April jam 07.30 hingga jam 10.30 lebih sedikit di ruang pelatihan internet Telkom Kediri. Acara dimulai molor 30 menit dari rencana semula karena menunggu kedatangan guru-guru. Memang utk acara kali ini diluar kelaziman dimulainya acara. Biasanya acara semacam ini dimulai jam 8.00an. Sengaja kami majukan pukul 7.00 agar koneksi internet tidak terputus-putus.

Dari 35an undangan yang saya sampaikan, yang datang sekitar 20an. Ada juga sekolah yang mengirim dua orang. Bagi kami tak masalah dengan berapa yang hadir karena hari ini memang hampir semua SMA dan yang sederajat sedang mengadakan rapat utk teknis pelaksanaan UN di masing-masing sekolah. Terlebih mengingat kapasitas ruang pelatihan yang terbatas.

Acara dimulai dengan pembukaan, singkat saja dari saya, karena kami lebih menekankan pada pelatihannya bukan seremoninya. Dilanjutkan telekonferen dengan Agung yang menjelaskan tentang 1000guru. Lalu pada acara inti yang dipandu oleh Mas Ali. Pada sesi pelatihan ini, guru-guru praktek langsung. Software skype dan teamviewer di instal langsung ke laptop masing-masing. Sengaja di undangan kami tulis agar membawa laptop. Di Kediri, setiap sekolah terutama sekolah negeri, rata-rata sudah mempunyai laptop. Kalau ini OOT....info dari kakak-kakak saya yg guru....guru-guru di beberapa sekolah di Kediri pada bareng-bareng kredit laptop :D

Yah...maklum kalau beli cash mungkin terasa berat ya....Tapi dari info ini sesungguhnya menarik, karena ini bisa menjadi indikator bahwa guru mau meng-up date kemampuannya. Bukan berarti dengan laptop bisa lebih keren, saya melihatnya dari segi fleksibilitas dan efektivitas, karena laptop mudah dibawa kemana-mana.

Pada sesi pelatihan, guru-guru antusias untuk mencoba skype dan teamviewer. Dengan dipandu Mas Ali masing-masing guru membuat account skype. Mereka mencoba kontak dengan Mas Ali, kemudian dengan rekan di dekatnya, bahkan tadi ada yang langsung kontak Agung dan sempat berbincang dengan Agung :D . Hehe...Pak guru tersebut membawa headset yang ada micnya. Siip dah :D

Kalau melihat langsung bagaimana bapak ibu guru ini antusias mencoba mempraktekkan, saya optimis bahwa kegiatan ini bakal berkelanjutan di sekolah masing-masing. Karena saya melihat antusiasme guru-guru merespon kegiatan ini dengan menanyakan untuk bisa mempraktekkan pembelajaran jarak jauh dari 1000guru.
Jadi....rekan- rekan mohon siap siap kalau nanti ada permintaan dari Kediri :D.

Selanjutnya, dari Speedy diwakili Pak Badarudin sebagai penanggung jawab, mengenalkan tentang Speedy. Ini juga berkaitan bahwa Speedy dipakai hampir di semua sekolahsekolah. Sedikit yang terlupa dari penjelasan saya kemarin, bahwa koneksi speedy ini masih memungkinkan untuk daerah-daerah yang jauh dari kota, asal tidak jauh dari STO Telkom. Kalau tidak salah STO ini mungkin sudah ada di tiap kecamatan (saya tadi ngintip ruang sebelah ruang pelatihan, saya membaca nama STO salah satu kecamatan di kabupaten Kediri) Kalau tidak salah STO ini kepanjangan dari Sentral Telepon Otomat (mohon maaf jika salah). Info tentang STO ini mungkin akan saya tanyakan ke teman2 saya di telkom. Atau mungkin ada orang telkom di milis ini ? Harapan saya, sekolahsekolah yang jauh di luar kota bisa juga mengakses kegiatan 1000guru.

Untuk kegiatan selanjutnya, Mas Ali dari MAN 2 Kediri akan melakukan ujicoba online dengan guru-guru di sekolah masing-masing. Waktunya belum ditentukan, yang pasti kami mengambil hari sabtu. Karena mengingat kesibukan UN sekolah dalam dua minggu ini, kemungkinan kami baru mencoba setelahnya.

Pada workshop kali ini kami juga dibantu Mas Nanang dari MAN 2 Kediri. Awal saya bisa memperkenalkan 1000guru ke MAN 2 juga atas bantuan Mas Nanang. Kebetulan beliau teman sekelas adik saya di SMA. Mas Nanang yang memperkenalkan saya dengan Wakasek Kesiswaan, sebelum saya kenal Mas Ali

Tadi dibantu juga oleh Mas Mujib, beliau dari MTsN 1 Kediri yang men-set untuk video (handycam). Jadi....di Kediri mungkin saya tidak sendirian lagi....atau cuma berdua dengan Mas Ali....

Sedikit saran untuk rekan-rekan yang mungkin akan mengadakan kegiatan serupa. Ada baiknya waktu untuk menyiapkan acara jangan terlalu mepet agar bisa dilakukan lebih baik terutama untuk menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan. Kegiatan seperti ini bisa dilakukan gratis. Dana bisa diperoleh lewat sponsor. Karena sebenarnya kegiatan ini tidak membutuhkan dana yang besar.

Mengingat persiapan kami yang mepet, kalau boleh mengatakan, bagi kami kegiatan ini cukup berhasil. Dan akan lebih berhasil lagi jika ada respon balik dari sekolah-sekolah yang ada di Kediri. Terima kasih untuk semua pihak yang membantu workshop ini.

salam,
zulfa@Kediri

 

Acara Keempat 2 Mei 2009
Sekolah Masing-masing

Pepatah mengatakan “Pengalaman adalah guru terbaik” itu mungkin yang mendasari acara yang kita laksanakan kali ini selain juga untuk memperingati HARDIKNAS dan sebagai tindak lanjut acara pelatihan guru TIK yang diselenggarakan tgl 18 April di telkom Kediri, karena inti acara ini adalah mempraktekkan program Skype dan TeamViewer sambil tes kualitas sambungan internet terutama pengiriman gambar dan suara, sebelum masing-masing sekolah nanti mengadakan acara di sekolahnya sendiri-sendiri. Untuk itu kami semalaman online jam 8 s.d 11 siang melalui sms pakai YM supaya gratis, dari acara ini berharap kami bisa bertukar informasi tentang kendala pengoperasian kedua software tersebut, dan yang tidak kami rencanakan sebelumnya ternyata sangat efektif juga digunakan untuk bertukar account skype antar sekolah, bahkan saat itu Mas Agung kebetulan juga online sehingga beberapa sekolah sempat kontak langsung dengan Mas Agung.

Saya juga sempat kontak dengan Mas Imron (account dari Mas Agung) di Dresden, dan Mas Imron menyarankan kepada kami untuk lebih cepatnya, supaya mendorong sekolah lain sesegera mungkin mengadakan acara videokonferen dan untuk waktu dan guru relawan bisa langsung pesan di Jadwal web 1000guru.net, sip Mas, terimaksih atas saran yang sangat berharga dan merupakan tambahan motivasi untuk saya, karena saya teringat saat pertama kali kontak dengan Mas Agung pakai Skype beliau mengatakan “Mas Ali MAN II Kediri adalah pintu masuk di Kota Kediri dari 1000guru.net” itu yang membuat saya tetep bersemangat diselasela kesibukan saya menjalankan tugas sebagai guru, ingin sesegera mungkin model pembelajaran yang sangat penting dan terbukti bermanfaat untuk siswa ini bisa di rasakan oleh banyak sekolah di kota Kediri.

Waktu menunjukkan pukul 8.30 ada sedikit keresahan di hati kecil saya apakah pesen sms yang saya kirim pakai YM sampai atau tidak ya ? karena setelah saya lihat si Skype saya yang online ternyata masih 4 sekolah dari sekitar 15 account sekolah yang sudah saya rekam saat pelatihan di telkom, keresahan itu langsung hilang saat saya menerima banyak sms dari hp saya, ternyata banyak yang ijin tidak bisa online, sebagian besar karena pas ada acara lain dan berada diluar sekolah dan beberapa sekolah lainnya ada lomba dibalai kota dan adajuga yang masih belum sukses mengoperasikan software sky. Dari 4 sekolah yaitu Pak Edy Pakartyo (sma Muh 2), Mas Wargono (sma 3) , Pak Basuki & Bu Riana (sma 2) dan Mas Afantri (smp 6) yang sudah nyambung dan satu lagi menyusul ternyata Mbak Zulfa (koord. 1000guru Kediri) nyambung dari warnet, kami mencoba berbagi informasi dan saling menyapa berkaitan tentang penyelenggaraan videokonferen untuk pembelajaran.
Tepat pukul 11 siang saya lihat hampir semua sudah offline dan perasaan lega saat itu tetapi agak sedikit capek dan sumuk karena seragam korpri yang saya pakai dari kain nilon dan saya beli di pasar, mungkin ngak mendukung kondisi sepanas siang itu.

Demikian catatan kecil kami hingga saat ini 2 Mei 2009 11.15 wib , mudah-mudahan langkah-langkah kecil kami dikediri tentunya dari kaki-kaki kami yang pendek akan bermanfaat nantinya bagi sesuatu yang besar di masa yang akan datang,
Selamat Hari Pendidikan Nasional Indonesia
, Majulah Pendidikan di Indonesia.

Ali Sahbana