|
Wednesday, 15 April, 2009
Tulisan ini muncul dari pertanyaan rekan dari Riau yang tidak yakin apakah teleconference yang digagas oleh 1000guru akan disambut positif atau negatif oleh pihak birokrasi dalam jajaran Dinas Pendidikan.
Satu hal yang membuat saya yakin akan kegiatan ini adalah bahwa kegiatan ini akan memberi warna dalam cara pandang murid-murid saya. Untuk membuat teleconference ini betul-betul tetap dan akan semakin semarak, saya pikir, pihak sekolah yang aktif mengikuti teleconference (khususnya guru-guru yang aktif dalam pelaksanaannya) segera melakukan kajian bagaimana kegiatan teleconference menjadi bagian dari kegiatan yang dpt dikategorikan salah satu kegiatan pendukung dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar kontinuitas dan signifikansi kegiatan ini dalam kegiatan pembelajaran (KP) terjaga dan tidak sekedar menjadi kegiatan tempelan dan dinilai kurang relevan dalam KP.
- pada bagian mana kegiatan teleconference dihitung sebagai bagian dalam KP?
- bagaimana guru/siswa dapat menarik manfaat dari kegiatan teleconference?
- apakah kegiatan perkuliahan teleconference akan menjadi kegiatan yang bersifat permanen pada masa mendatang sehingga perencanaan yang disusun akan terealisir?
Sebagai penanggungjawab kegiatan ini di sekolah kami, saya perlu menemukan pola dan bentuk yang sesuai/cocok antara kegiatan teleconference dengan pola pembelajaran pada mata pelajaran (mapel) sehingga guru dapat menarik benang merah kegiatan ini dalam perencanaan dan dalam pelaksanaan KP-nya. Menimbang cukup bervariasinya topik-topik yang dimiliki dan kemungkinannya akan semakin meluas, maka saya optimis, setiap mapel akan dapat memanfaatkan fasilitas 1000guru ini sebagai kegiatan yang mendukung dan memperkaya isi KP menjadi semakin menarik.
Pertanyaan pertama dapat dijawab dengan mensiasati teleconference ini dimasukkan dalam bagian kegiatan tatap muka atau kegiatan mandiri tidak terstuktur. Sifat kegiatan teleconference ini termasuk pola pembelajaran yang terintegrasi, misalnya dengan dunia kerja atau kehidupan sehari-hari. Dua hal ini sangat relevan dengan substansi kurikulum yang sedang dikembangkan saat ini. Di lain pihak, justru hal ini cukup sulit dilakukan oleh guru sehingga materi-materi yang disajikan oleh 1000guru dapat dikatakan sangat signifikan untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Logika ini sekaligus menjawab pertanyaan ke-2. Sebagai tambahan, siswa akan lebih dekat dengan realitas, yang dalam buku kurikulum disebutkan untuk mengembangkan kompetensi skill life. Pertanyaan ke-3, saya pikir perlu ditanggapi oleh rekan-rekan 1000guru, karena ini menyangkut program jangka panjang yang layak untuk dipikirkan.
Saya berharap dengan tulisan singkat ini, akan memberi semangat dan inspirasi bagi para pendidik yang sedang berjuang di seluruh Indonesia.
Selamat berjuang.
Salam takzim dari Yogjakarta.
Rohmatunnazilah
|