Logo1000Guru
line decor
  - Best viewed in Firefox
line decor




TENTANG KAMI
PERKULIAHAN


mail to:
web-admin
 
 
 
 
 
 

Logo

 

Siapakah 1000Guru?

Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat non-profit, non-partisan, independen, dan terbuka. Spirit dari lembaga ini adalah “gerakan” atau “tindakan” bahwa semua orang bisa menjadi guru dan berkontribusi untuk meningkatkan level pendidikan di Indonesia.
Gerakan 1000guru ingin menjawab salah satu permasalahan mendasar dari pendidikan dasar-menengah di Indonesia yaitu "kekurangan guru", baik dari sisi kuantitias, kualitas, maupun penyebaran, dengan memanfaatkan kelimpahan sumber daya manusia yang tersebar di bidang-bidang non-pendidikan dasar-menengah dan yang tersebar di seluruh penjuru planet.
Gerakan 1000guru juga ingin menyambung kembali tali ikatan kultural antara dunia pendidikan dan masyarakat, seperti di masa lalu ketika pendidikan masih berlangsung di lingkup keluarga. Pendidikan adalah satu-satunya aset yang tidak dimiliki oleh makhluk selain manusia, yang sudah terbukti dan akan terus menjadi motor yang memperpanjang nyawa peradaban manusia. Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

 

Rilis Teleconference 1000 Guru dengan Cilacap, Batu-Malang dan Pati-Juwana dengan Topik “Agresivitas dan Masa Puber Remaja dalam Perspektif Psikologi”

     
 

1000Guru kembali mengadakan teleconference pengajaran yang digelar secara paralel live dari Jerman dengan 3 sekolah di Indonesia, yaitu SMP Al-Irsyad Cilacap, SMK N 2 Batu Malang, dan SMK BHINA TUNAS BHAKTI Juwana Pati. Kali ini topik yang di sajikan mengenai “Agresivitas dan Masa Puber Remaja dalam Perspektif Psikologi” Dengan guru relawan Shelly Novita, mahasiswa master Phsikologi Erfurt Jerman yang di moderatori Pak M. Ali Imron, mahasiswa Doktor TU Dresden. Berikut laboran selayang pandang dari masing-masing sekolah.

Laporan dari Cilacap ( Halimi, Atun, M. Zulfikar)

Siswa-siswi SMP Al-Irsyad yg berjumlah 25 anak (semua pengurus OSIS) sangat serius dan antusias dalam mengikuti te-co. Temanya menarik sesuai dengan perkembangan psikologis anak-anak, yaitu  Agresivitas dan Masa Puber Remaja dalam Perspektif Psikologi.  Nara sumbernya  Ibu Shally Novita. mahasiswa S2salah satu Universitas di Jerman. Beliau  menyampaikan sangat jelas walaupun dari Jerman sana. Saat menjawab pertanyaan para siswa juga penuh makna untuk arahan siswa-siswi yang sudah mulai masuk masa puber.

Hana Salsabila Imara seorang siswi  kelas 2 sempat bertanya, “bagaimana sikap saya terhadap orang tua yang tidak pernah cocok alias sependapat dalam memahami suatu masalah?.  Orang tua selalu saja tidak mau memahami apa yang saya pikirkan”.  Kemudian dijawab oleh Bu Shally Novita, bahwa yang penting anak harus berkomunikasi dengan orang tua lebih intensif lagi.  Dan perlu diperhatikan waktu komunikasinya harus tepat.  Sering-seringlah membuat acara bersama orang tua baik di rumah maupun di luar rumah.  Nah, saat bersama itulah dalam suasana yang santai mencoba memahami apa alsan orang tua, dan anak juga menyampaikan alasannya.  Kalau di dalam rumah saat makan bersama, atau istirahat / santai juga bisa dimanfaatkan.

Setelah teleconference selesai ada kesan yang disampaikan oleh siswa yang bernama Hana Salsabila bahwa baru pertama kali dia mengikuti acara ini dan dia merasa senang serta termotivasi seperti ibu Shally ingin belajar ke luar negeri, begitu juga kesan yang disampaikan Sauqi yang jadi merasa lebih tahu tentang kehidupan remaja sekarang ini dan penanganannya dalam bersikap terhadap lawan jenis.

Itulah selayang pandang mengenai kegiatan teleconference, semoga ke depannya menjadi lebih baik. SMP Al-Irsyad Cilacap berharap kegiatan te-co dengan relawan 1000guru dapat menjadi program rutin sekolah dan disenangi para murid.

Laporan dari Batu,Malang ( oleh Tito Wahyu Anggoro, coordinator TeCo SMKN 2 Batu)

Pertemuan kali ini membahas tentang Agresivitas di kalangan Remaja. Topik ini tidak hanya menjadi bahan yang sangat menarik untuk disimak, tetapi juga menjadi INSPIRATOR bagi para audience untuk bersikap Agresif. Agresif disini bukan dalam hal negatif,  tetapi agresif yang ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh para audience dari berbagai kota (Cilacap, Pati, Batu).

Itulah kira-kira inti dari pertemuan Selasa siang tanggal 8 Juni 2010 antara Mbak Shally (Erfurt, Germany), Mas Imron (Germany), Mas Stephanus (Cilacap), Mas Andi (SMK BTB Juwana, Pati), Mas Harto (Pati), Mas Zulfikar (SMP Al Irsyad Cilacap) dan kami dari SMKN 2 (Batu).

Pada pertemuan pagi (Jerman) atau siang (Indonesia) itu, SMKN 2 Batu datang terlambat. Sebenarnya kami sudah berupaya untuk segera menghadiri acara ini 30 menit sebelum acara dimulai, tetapi kami masih harus menyelesaikan ujian praktik untuk siswa kelas X dahulu. Awalnya sekitar pukul 13.11 WIB (Waktu Indonesia bagian Batu), kami sudah mencoba untuk bergabung. Tetapi belum ada respon dari Mbak Shally. Kami memakluminya karena mungkin pada waktu itu pemaparan materi sudah dimulai. Sehingga Mbak Shally tidak bisa menjawab “Call” dari kami.Alhamdulillah pukul 13.18 WIB ada “Invite” dari forum siang itu. Kami hanya kebagian beberapa slide saja karena mungkin presentasi sudah mulai sejak 18 menit yang lalu. Meskipun demikian, sisa materi tersebut sangat padat isinya. Sehingga kami berpikiran, pemaparan beberapa slide terakhir saja sudah sangat menarik, apalagi slide-slide sebelumnya yang kami ketinggalan pemaparannya (kami benar-benar kehilangan banyak informasi lisan dari narasumber sekaliber Bunda Tika Bisono atau Ayah Sartono  Mukadis.

.

Pertanyaan dari SMP Al Irsyad sangatlah banyak dan beragam, tetapi sayangnya dari SMKN 2 Batu tidak terdengar jelas suaranya (maklum koneksi di SMKN 2 Batu mungkin lagi ada kendala), sehingga kami hanya mendengarkan penjelasan Mbak Shally yang sangat bersemangat dan detail atas pertanyaan yang disampaikan. Pertanyaan yang bisa kami dengar hanya dari SMK BTB meskipun sempat putus-putus. Berikut ini beberapa pertanyaan yang sempat saya rekam adalah :

  1. Anak dewasa bersikap seperti kekanak-kanakan karena faktor genetik atau orang tua?
  2. Bagaimana kalau ada anak yang umurnya sudah masuk usia remaja tetapi masih memiliki sifat seperti anak kecil? apakah itu pengaruh faktor genetika atau didikan ortu ?
  3. Bagaimana cara menghadapi orang tua yang masih sering menganggap kita seperti anak kecil, padahal kita sudah dewasa?
  4. Bagaimana cara melakukan aktifitas baru agar tidak berhenti di tengah jalan, misalnya membiasakan untuk disiplin terkadang kita selalu bermasalah dengan disiplin, bagaimana solusinya?
  5. Bagaimana cara menjaga sebuah hubungan dengan pasangan agar tetap baik, sedangkan remaja biasanya kan sering merasa bosan dan emosian?
  6. Saya pernah dengar, remaja di Eropa sudah memiliki penghasilan sendiri dan dapat   keliling dunia dengan uang hasil bekerjanya. Bagaimana kondisi psikologis pendidikan bagi remaja tersebut?
  7. Jika ada siswa yang kelihatan penurut ketika di rumah, tetapi ketika di sekolah ternyata dia banyak menimbulkan masalah (dengan guru maupun siswa lainnya). Bagaimana tanggapan Mbak Shally?
  8. Bagaimana melakukan manajemen organisasi yang baik bagi siswa di sekolah berkaitan dengan variasi tingkat agresivitas remaja?

Tanpa terasa waktu sudah berjalan sekitar 1 jam lebih. Pada pukul 14.15 WIB, pertemuan yang sangat menarik ini pun diakhiri. Kalau boleh mengadopsi istilah bahasa jawa yang berbunyi : ” Last but not at least”. (Hehehe). Meskipun acara telah berakhir, tetapi komunikasi masih terus berlanjut sampai sekitar 30 menit. Ucapan terimakasih dari masing-masing audience dan kesan yang sangat baik dari pemaparan materi tersebut menjadikan suasana ”Closing” menjadi lebih bernuansa keakraban. Terimakasih buat Mbak Shally, Mas Imron, Mas Stephanus, Mas Andi, Mas Harto, Mas Zulfikar serta siswa-siswi SMP Al Irsyad Cilacap, SMK BTB Juwana Pati dan SMKN 2 Batu yang bersedia meluangkan waktunya untuk sejenak bersama-sama mengupas tuntas Agresivitas Remaja. Demikian reportase dari Kota Wisata Batu. Sampai jumpa di lain kesempatan.


LAPORAN TELECONFERENCE 8 JUNI 2010, Laporan dari Pati Juwana ( TIM ICT, Andi Prasetyo)

“Agresivitas dan Masa Puber Remaja dalam Perspektif Psikologi”

SMK Bhina Tunas Bhakti Juwana pada tanggal 8 Juni 2010 telah mengadakan pembelajaran via teleconference, seperti kegiatan-kegiatan teleconference sebelumnya, teleconference kali ini di ikuti lebih dari satu sekolah, yakni dari Indonesia ada SMK Bhina Tunas Bhakti Juwana, SMA Batu Malang dan Sekolah di Cilacap. Materi teleconference kali ini bertema “Agresivitas dan Masa Pubertas Remaja dalam Perspektif Psikologi” dengan guru relawan Shally Novita.

Bagi Shally Novita teleconference kali ini adalah yang pertama bahkan di dalam pelaksanaan dan penyampaian materi juga sangat bagus, sehingga peserta teleconference menjadi mudah untuk memahami materi yang di sampaikan. Salah satu materi yang di sampaikan oleh siswa SMK BTB Juwana adalah “ Bagaimana kita sebagai remaja bisa membawa diri/ menyingkapi perkembangan dunia informasi global yang setiap saat bisa membawa dampak positif dan negative. Ada juga yang menanyakan tentang bagaimana tips dan cara agar bisa sampai melanjutkan pendidikan ke luar negeri serta berbagi pengalaman menarik untuk motivasi diri.

Akhirnya Teleconference di akhiri pukul 14.30 WIB. Segenap anggota SMK BTB Juwana sangat berterima kasih atas kerja samanya yang baik antara SMK BTB Juwana dengan 1000guru.Net, Mbak Shally Novita, Mas Imron. SMA Batu Malang dan Sekolah di Cilacap.

 

back to top
depan