|
10.30 WIB Teleconference di mulai dengan menyajikan foto-foto perkembangan pencak silat dan pemutaran video tentang kehidupan warga Jepang saat-saat jam sibuk di stasiun kereta api dan di penyeberangan jalan (zebra cross) dengan penjelasan yang disampaikan oleh Abdul Azis Tri, arek Suroboyo yang sejak tahun 1995 tinggal di Jepang dan beristrikan orang Jepang bernama Sayaka san, yang menjadi native pada kegiatan ini.


11.00 WIB Dilanjutkan dengan perkenalan dari guru bahasa Jepang SMA Muhammadiyah 2 Genteng dan sedikit info tentang murid yang mengikuti telekonference, kemudian di lanjutkan perkenalan dari Sayaka san.
11.20 WIB Murid-murid mulai bertanya jawab dengan native dan diawali perkenalan diri masing-masing anak. Contoh berikut adalah percakapan antara Intan siswa kelas XII bahasa dengan Sayaka san. Siswa tersebut bertanya apakah ada siswa di Jepang yang tidak mematuhi peraturan di sekolah, dan di jawab ada.
Intan : Hajimemashite, watashi wa Intan desu.
Sayaka : Yoroshiku onegaishimasu.
Intan : Dozo yoroshiku. Nihonde ru-ru o mamoranai seito ga imasuka?
Sayaka : Hai, imasu. Shukudai o yaranakatta seito mo arushi, gakkou ni konakatta seito ga imasu. Indonesia de wa imasuka?
Intan : Hai, imasu.
Sayaka : Donna koto o mamorai desuka?
Intan : Chigau jirubabu o kaburanai seito.
Sayaka : Sou desuka.
Intan : Arigatou gozaimasu.
Sayaka : Douitashimashite
11.45 WiB Teleconference di akhiri dan siswa menyampaikan terima kasih pada native speaker
Siswa : Sayaka san, arigatou gozaimasu
Sayaka : Iie

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa. Hal itu terbukti dengan keantusiasan para siswa untuk bertanya. Selain itu para siswa bisa mempraktekkan pelajaran yang diterima di kelas, Kegiatan semacam ini sangat diharapkan bisa berlanjut dengan tema yang berbeda.
Terima kasih kepada Pak Agung dan teman-teman juga Pak Azis dan Sayaka san. Saya selalu menunggu kerjasama teman-teman sekalian . Hidup pendidikan Indonesia!
Salam
Reporter
Nurul Chotimah
Pendamping
Noenoeng BP
|