1000Guru.net
Logo1000Guru
line decor
  - Best viewed in Firefox
line decor




TENTANG KAMI
PERKULIAHAN


mail to:
web-admin
 
 
 
 
 
 

Logo

 

Siapakah 1000Guru?

Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat non-profit, non-partisan, independen, dan terbuka. Spirit dari lembaga ini adalah  gerakan atau  tindakan bahwa semua orang bisa menjadi guru dan berkontribusi untuk meningkatkan level pendidikan di Indonesia.
Gerakan 1000guru ingin menjawab salah satu permasalahan mendasar dari pendidikan dasar-menengah di Indonesia yaitu "kekurangan guru", baik dari sisi kuantitias, kualitas, maupun penyebaran, dengan memanfaatkan kelimpahan sumber daya manusia yang tersebar di bidang-bidang non-pendidikan dasar-menengah dan yang tersebar di seluruh penjuru planet.
Gerakan 1000guru juga ingin menyambung kembali tali ikatan kultural antara dunia pendidikan dan masyarakat, seperti di masa lalu ketika pendidikan masih berlangsung di lingkup keluarga. Pendidikan adalah satu-satunya aset yang tidak dimiliki oleh makhluk selain manusia, yang sudah terbukti dan akan terus menjadi motor yang memperpanjang nyawa peradaban manusia. Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

 

SMA Muhammadiyah 2 Genteng dengan native speaker dari Jepang

     
 

10.30 WIB    Teleconference di mulai dengan menyajikan foto-foto perkembangan pencak silat dan pemutaran video tentang kehidupan warga Jepang saat-saat jam sibuk di stasiun kereta api dan di penyeberangan jalan (zebra cross) dengan penjelasan yang disampaikan oleh Abdul Azis Tri, arek Suroboyo yang sejak tahun 1995 tinggal di Jepang dan beristrikan orang Jepang bernama Sayaka san, yang menjadi native pada kegiatan ini.

11.00 WIB   Dilanjutkan dengan perkenalan dari guru bahasa Jepang SMA Muhammadiyah 2 Genteng dan sedikit info tentang murid yang mengikuti telekonference, kemudian di lanjutkan perkenalan dari Sayaka san.

11.20 WIB    Murid-murid mulai bertanya jawab dengan native dan diawali perkenalan diri masing-masing anak. Contoh berikut adalah percakapan antara Intan siswa kelas XII bahasa dengan Sayaka san. Siswa tersebut bertanya apakah ada siswa di Jepang yang tidak mematuhi peraturan di sekolah, dan di jawab ada.

Intan :  Hajimemashite, watashi wa Intan desu.

Sayaka :  Yoroshiku onegaishimasu.

Intan :  Dozo yoroshiku. Nihonde ru-ru o mamoranai seito ga imasuka?

Sayaka :  Hai, imasu. Shukudai o yaranakatta seito mo arushi, gakkou ni konakatta seito ga imasu. Indonesia de wa imasuka?

Intan :  Hai, imasu.

Sayaka :  Donna koto o mamorai desuka?

Intan :  Chigau jirubabu o kaburanai seito.

Sayaka :  Sou desuka.

Intan :  Arigatou gozaimasu.

Sayaka :  Douitashimashite

11.45 WiB   Teleconference di akhiri dan siswa menyampaikan terima kasih pada native speaker

Siswa :  Sayaka san, arigatou gozaimasu

Sayaka :  Iie

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa. Hal itu terbukti dengan keantusiasan para siswa untuk bertanya. Selain itu para siswa bisa mempraktekkan pelajaran yang diterima di kelas, Kegiatan semacam ini sangat diharapkan bisa berlanjut dengan tema yang berbeda.

Terima kasih kepada Pak Agung dan teman-teman juga Pak Azis dan Sayaka san. Saya selalu menunggu kerjasama teman-teman sekalian . Hidup pendidikan Indonesia!

Salam



Reporter

Nurul Chotimah

Pendamping

Noenoeng BP

 

 

back to top
depan