Logo1000Guru
line decor
  - Best viewed in Firefox
line decor




TENTANG KAMI
PERKULIAHAN


mail to:
web-admin
 
 
 
 
 
 

Logo

 

Siapakah 1000Guru?

Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat non-profit, non-partisan, independen, dan terbuka. Spirit dari lembaga ini adalah “gerakan” atau “tindakan” bahwa semua orang bisa menjadi guru dan berkontribusi untuk meningkatkan level pendidikan di Indonesia.
Gerakan 1000guru ingin menjawab salah satu permasalahan mendasar dari pendidikan dasar-menengah di Indonesia yaitu "kekurangan guru", baik dari sisi kuantitias, kualitas, maupun penyebaran, dengan memanfaatkan kelimpahan sumber daya manusia yang tersebar di bidang-bidang non-pendidikan dasar-menengah dan yang tersebar di seluruh penjuru planet.
Gerakan 1000guru juga ingin menyambung kembali tali ikatan kultural antara dunia pendidikan dan masyarakat, seperti di masa lalu ketika pendidikan masih berlangsung di lingkup keluarga. Pendidikan adalah satu-satunya aset yang tidak dimiliki oleh makhluk selain manusia, yang sudah terbukti dan akan terus menjadi motor yang memperpanjang nyawa peradaban manusia. Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

 

Saya Siap Mengajar Lagi di 1000guru, It Was So Impressive

     
 

Saya siap mengajar di 1000guru lagi.
Laporan Telekonferensi antara MSc. Susanne Stockmann dan SMA Muha 2 Jogja dan SMK N Batu Malang
Oleh : Witri, Imron dan Ipang

Hari itu masih pagi sekali di Dresden, pukul 05.30, Sabtu 20 Februari 2010. Di musim dingin, saat itu masih gelap. Tapi saya kedatangan tamu sepagi itu, ialah Pak Imron yang datang untuk ikut acara 1000guru antara narasumber Susanne Stockmann dari Lepzig dengan SMA Muha 2 Jogya dan SMKN 02 Batu. Saat kami menyalakan komputer kami melihat Susi dan SMK Batu sudah nongol online. Juga Ibu Witri dari Leipzig. Ibu Witri ini berperan besar dalam merekrut Susi untuk memberikan pengajaran di program 1000guru. Sehari sebelumnya, hari Jumat pagi Ibu Witri juga mendampingi secara online Susi, SMK Muha 2 Jogya dan SMKN 02 Batu. Rencananya Susi akan membawakan materi Stoikiometri untuk kedua sekolah itu.

Sehari sebelumnya, ujicoba berjalan lancar. Tidak ada gangguan yang berarti. Semua perangkat lunak berjalan dengan baik, Skype dan Teamviewer dari semua titik baik di Jerman, Dresden dan Leipzig serta di Indonesia, di SMKN 02 Batu dan SMA Muha 2 tak ada gangguan. Sedikit kekurangan yang dicatat pemandu acara saat itu yaitu  mengenai webcam. Diusulkan kepada semua pihak untuk menyediakan Yahoo Messenger untuk memfasilitasi webcam, supaya narasumber dan adik-adik pelajar bisa bertatap muka. Kami berpendapat bahwa hal itu adalah masalah kecil yang gampang diatasi. Saya mengusulkan kepada SMA Muha 2 Jogya dan SMKN 02 Batu untuk mengupdate YM ke versi 10 yang bisa video conference, SMA Muha 2 Jogya dan SMKN 02 Batu setuju dengan usul saya.

Tibalah hari Sabtu, 20 Februari. Saatnya telekonferensi antara Susi dari Leipzig, diikuti paralel oleh dua sekolah dari Jogya dan Batu,dipandu oleh saya dan Pak Imron dari Dresden. Terus terang khawatir juga, karena hal ini pernah dicoba sebelumnya antara Ibu Witri dan dua sekolah yang sama. Hasilnya kurang memuaskan karena koneksi internet yang byar pet, apalagi telekonferensi ini akan dilakukan dalam bahasa Inggris. Mimpi buruk saya waktu itu adalah : komunikasi verbal  karena pemakaian bahasa asing plus internet yang biasanya bermasalah plus telekonferensi paralel yang bisa menimbulkan masalah tambahan.

Kekhawatiran itu kemudian kami tepis jauh-jauh mengingat kedua sekolah tersebut diatas sudah berkali-kali telekonferensi dan berpengalaman kalo internet putus-putus. Saya percaya dengan tim Ibu Rohma di Jogya dan Tim Mas Tito di Batu, mereka pasti akan selalu menemukan cara-cara kreatif pada saat yang diperlukan kalau terjadi gangguan. Selebihnya kami berdoa supaya semuanya lancar.

Jam menunjukkan 6.30 waktu Jerman, semuanya sudah muncul online kecuali SM Muha Jogja.Sambil menunggu kami ngobrol sedikit dan sekali lagi mengetes peralatan antara Susi dan SMKN 02 Batu. Saat itu pula kita mendapat kabar bahwa pelajar Mas Tito dari SMKN 02 Batu berjumlah 70 orang. Wow, jumlah yang fantastis, saya membayangkan keberhasilan Mas Tito untuk menjaring anak-anak sebanyak itu, jadi pingin tahu caranya.

Jumlah yang banyak itu agak sedikit membuat Susi sang narasumber sedikit nervous. Dari suara mikrofonnya terdengar beberapa kali dia menghela nafas yang panjang. Kita mencoba memperbaiki efek nafas itu dengan meminta Susi untuk menjauhkan mikrofon dari wajahnya. Rupanya cukup menolong, setidaknya membantu dia menenangkan dengan tidak mendengar nafasnya sendiri yang sedikit memburu. Saya dan pak Imron mahfum ternyata semua orang pun bisa nervous ya termasuk wong londo. Pesan dari Skypenya ibu Witri pun mengiyakan hal yang sama.

Setelah beberapa menit kita tunggu SMA Muha 2 belum muncul online juga, kita menduga koneksi internet SMA Muha 2 ada gangguan. Saat itu kami memutuskan menunggu SMA Muha Jogya 10 menit, dengan catatan kalo belum muncul juga kita akan langsung memulai, mengingat SMK Batu sudah cukup lama menunggu. Kami juga coba mengontak SMA Muha 2 beberapa kali, dengan YM, Skype dan bahkan menelpon, hasilnya nihil.

Saat menunggu sudah habis, kita memutuskan untuk melanjutkan telekonferensi ini tanpa SMA Muha Yogya. Presentasi pun dimulai, diawali dengan perkenalan singkat dari Susi, mahasiswa doktoran dari Leipzig, dilanjutkan dengan materi utama. Presentasi mengalir dengan baik, dari suaranya saya mendengar sepertinya narasumber mulai rileks dan menikmati presentasinya.

Di saat tengah presentasi muncullah SMA Muha 2 Jogya. Status SMA Muha 2 Jogya pun online. Suara Ibu Rohma yang sangat kami kenal menyapa dengan hangat, presentasi saya interupsi sebentar untuk menginformasikan kepada SMA Muha 2 Jogya bahwa presentasi sudah dimulai. Tim Ibu Rohma pun sepakat untuk mengikuti dulu sampai akhir. Saya dan pak Imron berdiskusi cepat mengenai apa yang harus dilakukan untuk SMA Muha Jogya, supaya acaranya berguna juga bagi mereka. Salah satu usulnya adalah ya mengulangi presentasi, pertanyaannya adalah, kalo diulang bagaimana dengan SMKN 02 Batu yang harus menunggu cukup lama SMA Muha 2 Jogya ? Pertanyaan lain apakan Susi juga mau mengulangi presentasinya ?

Beberapa menit kemudian pertanyaan ini terjawab, ternyata Mas Tito dari SMKN 02 Batu meminta waktu jeda sebentar untuk briefing tentang presentasi dengan adik-adik pelajar. Nah saat itu kami langsung menanyakan Susi apakah beliau bersedia untuk mengulangi presentasinya untuk SMA Muha 2 Jogya, ternyata dia dengan senang hati menjawab ya. Setelah presentasi kedua selesai, mulailah dengan sesi tanya jawab. Seperti biasa, adik-adik kita dari kedua sekolah itu menanyakan hal-hal diluar dugaan, selain pertanyaan yang berkaitan dengan materi. Ada yang mengaitkan reaksi Stoikiometeri dengan kehidupan sehari-hari, ada yang menanyakan pertanyaan fundamental tetapi bersifat kuantum: mengapa Hidrogen hanya bisa melepas satu elektron dan lain sebagainya. Susi pun menjawab dengan senang hati. Dari sesi pertanyaan ini saya bisa menilai ketiga pihak sangat menikmati presentasi.

Adapun pihak keempat, saya dan pak Imron manggut-manggut atas acara yang kami nilai sukses. Saya yakin Ibu Witri dari Leipzig yang ikut memantau, juga mempunyai kesan yang sama.

Kendala bahasa saya bisa bilang minimal, adik-adik pelajar dari kedua sekolah menunjukkan bahwa mereka bisa berbahasa Inggris dengan baik, kalaupun ada kendala dari sisi bahasa, mungkin hanya kecepatan berbicara narasumber saja yang harus dipelanin. Saat sesi tanya jawab pun, Ibu Witri berinisiatif positif membantu kendala2 ini untuk menuliskan pertanyaan dari pelajar Indonesia untuk Susi.

Catatan kecil dari moderator adalah lagi-lagi tentang webcam, ternyata penggunaan webcam yang kita anggap tak ada masalah ketika latihan, menjadi masalah ketika hari H. Pada sesi telekonferensi ini penggunaan webcam kurang optimal. Tentu saja ini jadi catatan perbaikan kami ke depan.

Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih kepada semua rekan-rekan guru yang sudah meluangkan waktu dan kesempatan hari itu. Yang tanpa pamrih dan tulus untuk kelancaran program kita. Terimakasih kepada Mas Tito dan tim ITnya juga adik-adik pelajar dari SMKN 02 Batu. Terimakasih juga kepada tim SMA Muha 2 yang dipelopori Ibu Rohma. Tanpa peran anda sekalian acara ini tidak akan berlangsung dengan lancar. Mudah-mudahan acara kecil ini bisa bermanfaat bagi semuanya.

Semua pihak sangat puas hari itu, tersirat dari Skype masing-masih yang mengirimkan pesan seperti : Great Job Everybody !. Good work ! dan lain sebagainya. Saat pamitan dari masing-masing pihak kita saling menyanjung dan berterimakasih. Susi sebagai narasumber saat itu pamitan kepada kedua sekolah, suaranya sangat cair dan rileks sekali. Pertanda dia juga senang dengan acaranya.

Hari berikutnya saya bertelepon dengan Ibu Witri dari Leipzig yang mengabarkan bahwa Susi dengan senang hati siap sedia kalau diminta ngajar di 1000guru lagi.

Salam kompak 1000guru,
Witri, Imron, Ipang

 

 

back to top
depan