![]() |
||||||||
- Best viewed in Firefox
|
||||||||
TENTANG KAMI
PERKULIAHAN
|
||||||||
Siapakah 1000Guru? Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat non-profit, non-partisan, independen, dan terbuka. Spirit dari lembaga ini adalah “gerakan” atau “tindakan” bahwa semua orang bisa menjadi guru dan berkontribusi untuk meningkatkan level pendidikan di Indonesia. |
||||||||
Masuk dan Berkembangnya Islam di Eropa: Sebuah Bahasan Dalam Te-Co |
||||||||
|
Karena sangat menariknya topik teleconference ( Te-Co) „Kehidupan Islam di Eropa”, alhamdulillah akhirnya berhasil di laksanakan Te-Co ke dua kalinya pada tgl ( 22-Mei 2010) dengan topik dan guru relawan yang sama ( Bpk Farid Mustafa, Candidate Doctor bidang filsafat, Universität Leipzig, Jerman). Peserta Te-Co ke dua kali ini adalah dari Pihak STIKES Al-IRSYAD ( Sekolah Tinggi Kesehatan, Cilcap) dengan coordinator Bpk. Khalimi AM) dan SMK N 2 Batu Malang ( coordinator Bpk Tito Wahyu Anggoro). Berikut laporan jalannya Te-Co dari masing-masing sekolah tersebut.
1. TE-CO MULTI PRESENTER Oleh Tito Wahyu A (SMKN 2 Batu-Malang) Ya, kata itulah yang sempat terlintas setelah acara Teleconference akhir pekan kemarin (22 Mei 2010) berakhir. Mengapa sampai muncul kata MULTI PRESENTER? Karena setiap kali kami (SMK Negeri 2 Batu) melakukan Te-Co baik dengan rekan-rekan di Jerman maupun Jepang, acara hanya dipandu oleh seorang Guru Relawan. Kemarin adalah momen yang menurut kami sangat bagus dan bisa diulang lagi. Karena dengan banyak yang berbicara, komunikasi akan semakin hidup. Salut. Kira-kira sekitar pukul 12.25 WIB (Waktu Indonesia bagian Batu), koneksi mulai kubuka. Di dalam forum (Skype) sudah kulihat ada dua rekan yang sudah menunggu. Beliau adalah Mas Imron dan Mas Irvan. Melihat kami datang, Mas Irvan langsung menyapa kami dengan ramah. “Assalamu’alaikum”, itulah sambutan hangat Mas Irvan yang langsung kami sambut dengan ucapan “Wa’alaikumsalam”.
Mas Khalimi meminta waktu khusus untuk perkenalan dengan Mas Farid dahulu. Kami pun bersedia menunggu sejenak perkenalan beliau dengan audience dari Cilacap. Sekitar pukul 13.26 WIB, Mas Farid mulai bercerita tentang Sejarah Masuknya Islam Ke Eropa. Dari satu slide (Peta Dunia), banyak informasi sejarah perkembangan Islam yang kami peroleh. Dengan penuh semangat dan santun, materi pun disampaikan oleh Mas Farid. Subhanallah, cakrawala sejarah Islam mulai terbuka. Seakan-akan kami dibawa untuk ikut serta dalam suasana Dunia pada abad 8 M (seperti film Back To The Future atau Doraemon). Tidak hanya itu, kondisi Eropa terkini dan prediksi Eropa di masa depan pun disampaikan dengan deskripsi yang lugas dan sayang kalau dilewatkan. Tanpa terasa, paparan Mas Farid sudah berjalan sekitar 1 jam. Banyak sekali pertanyaan-pertanya an yang muncul dari para audience. Mulai dari pertanyaan ringan sampai pertanyaan yang membutuhkan jawaban dari Mas Imron, Mas Irvan dan Mas Syaif. Wah semakin ramai dan seru diskusi di siang (Indonesia) yang panas ini. Dampak global warming tidak menyurutkan semangat kami untuk berdiskusi membahas materi yang sangat menarik ini. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Mas Khalimi pamitan terlebih dahulu dengan menyampaikan ucapan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada Mas Farid dan rekan-rekan 1000guru. Eits, diskusi tidak terhenti sampai disini. Justru pertanyaan-pertanya an yang membutuhkan banyak informasi dari Mas Farid, Mas Imron, Mas Irvan dan Mas Syaif dijabarkan dengan gamblang selama sekitar 30 menit. Multi Presenter telah mengantar kami untuk lebih memahami jawaban yang telah diberikan. Diskusi semakin memanas seiring dengan bergeraknya mentari ke arah barat. Tanpa terasa waktu menunjukkan pukul 15.35 WIB. Sebenarnya kami tidak ingin segera mengakhiri pertemuan yang singkat ini, tetapi waktu jua lah yang mengingatkan kami. Perbedaan waktu 6 jam (Indonesia-Jerman) hampir melupakan kami kalau kami berada pada lokasi dan waktu yang berbeda. Akhirnya pertemuan ini diakhiri dengan saling mengucapkan terimakasih dan berharap pertemuan seperti ini dapat terulang lagi di masa yang akan datang. Terima kasih kepada Mas Farid, Mas Imron, Mas Irvan, Mas Syaif, Mas Khalimi, dan Mas Andry atas waktu luangnya untuk bersama-sama hadir dalam sesi weekend ini. 2. TE-CO PERDANA STIKES AL-IRSYAD CILACAP Oleh : KHALIMI M A STIKES AL-IRSYAD CILACAP telah mengadakan perkuliahan jarak jauh melalui media teleconference (Te-Co). Sabtu siang tadi tanggal 22 Mei 2010, tepatnya pukul 13.00 sampai dengan pukul 14.30 WIB proses perkuliahan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Dosen tamunya adalah Bapak Farid Mustofa seorang kandidat doctor Universitas Leipzig,Jerman. Beliau menyampaikan presentasi langsung dari Jerman dengan tema SERBA-SERBI ISLAM DI EROPA. Pada kesempatan perkuliahan tersebut teman-teman dosen dari relawan 1000guru.net yang ada di Luar negeri juga mengikuti langsung, seperti Bp. Imron, Bp. Irvan, Bp Noor Syaif dll. Bahkan SMKN 2 Batu Malang dengan pemandu Bp Tito juga mengikuti nya secara intensif. Alhamdulillah proses berjalan lancar sampai dengan waktu tanya jawab, baik dari mahasiswa STIKES Al-Irsyad Cilacap maupun siswa-sisiwi SMKN 2 Batu Malang. Yang menjadi cukup hangat jawaban tidak hanya diberikan oleh Bp. Farid, tetapi teman-teman 1000guru yang lain juga ikut memberikan jawaban dan tambahan keterangan.
Awal presentasi dijelaskan tentang sejarah singkat Islam masuk Eropa. Islam sampai Eropa melalui 4 cara yaitu: 1. Kerajaan Umayyah, Spanyol [ 8 ~15 M], 2. Perang Salib/Crussade [11~ 13 M], dan 3. Kerajaan Usmani, Turki [14 ~18 M]. Ternyata Islam di Eropa lebih lama daripada di Indonesia. Tetapi saat ini Muslim di EropaTidak ada taksiran yang akurat, karena agama tidak masuk data sensus. Paling data yang ada sebagai berikut: Sekitar 50,9 juta dari 329,7 juta (7%), di 42 negara (Muslim Population Worldwide, 2006) ; <1% (Belarus, Ukraine), 1%-3% (Italy, Slovenia), 3%-4% (Greece, Norway, Serbia, Spain), 4%-5% (Belgium, Austria, UK), 5%-10% (Denmark, France, Germany, Netherlands, Sweden, Switzerland), 10%-20% (Russia, Bulgaria, Montenegro, Cyprus), 20-60% (Bosnia Herzegovina, Macedonia), 60%-80% (Albania). Pemerintahan di Eropa semua berpaham sekuler, yaitu memisahkan urusan agama dengan urusan bermasyarakat dan bernegara. Sehingga Pemerintah tidak mengurusi masalah-masalah agama, kecuali mengganggu ketertiban masyarakat. Ada sebuah prediksi bahwa “sebelum 2050, satu dari 5 orang Eropa adalah Muslim” (E. Osnos, 12/12/04), dan ‚”3-4 masyarakat Belanda dan Belgia Utara masuk Islam per minggu”. (Ton Crijnen, redaktur)
Penjelasan terakhir adalah tentang manfaat mengetahui atau memahami perihal Serba-Serbi Islam di Eropa, adalah secara eksternal kita dapat mengambil nilai positif masyarakat barat seperti berpikir terbuka, rasional, mandiri, disiplin, tepat waktu, relatif jujur, sportif/mendukung, dan patuh aturan. Kemudian secara internal kita perlu terus meningkatkan Iman dan rasa syukur, serta semakin cinta terhadap negara Indonesia. Wallohu a’lam. ( Laporan Khalimi MA)
| ||||||||