Logo1000Guru
line decor
  - Best viewed in Firefox
line decor




TENTANG KAMI
PERKULIAHAN


mail to:
web-admin
 
 
 
 
 
 

Logo

 

Siapakah 1000Guru?

Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat non-profit, non-partisan, independen, dan terbuka. Spirit dari lembaga ini adalah “gerakan” atau “tindakan” bahwa semua orang bisa menjadi guru dan berkontribusi untuk meningkatkan level pendidikan di Indonesia.
Gerakan 1000guru ingin menjawab salah satu permasalahan mendasar dari pendidikan dasar-menengah di Indonesia yaitu "kekurangan guru", baik dari sisi kuantitias, kualitas, maupun penyebaran, dengan memanfaatkan kelimpahan sumber daya manusia yang tersebar di bidang-bidang non-pendidikan dasar-menengah dan yang tersebar di seluruh penjuru planet.
Gerakan 1000guru juga ingin menyambung kembali tali ikatan kultural antara dunia pendidikan dan masyarakat, seperti di masa lalu ketika pendidikan masih berlangsung di lingkup keluarga. Pendidikan adalah satu-satunya aset yang tidak dimiliki oleh makhluk selain manusia, yang sudah terbukti dan akan terus menjadi motor yang memperpanjang nyawa peradaban manusia. Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

 

Te-Co dengan Topik Ekosistem

     
 

T-Co yang telah direncanakan, akhirnya terlaksana juga pada 22 Mei 2010 dengan guru relawan yaitu Muhammad Imron, mahasiswa S3 Universitas Dresden, Jerman, yang juga Dosen Fakultas Kehutanan di UGM Jojakarta dengan peserta T-Co siswa-siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Genteng dengan Guru pendamping Bp. Noenoeng Boedi Prasetio dan Mr. Graham MacDonald, Guru bantu dari New Jersey Amerika.

T-Co dimulai tepat jam 11.00 WIB atau 06.00 CET (Central European Time, waktu Jerman), diawali dengan penyajian slide-slide tentang kehidupan satwa Savana di daerah Baluran dan Alas Purwo dengan disertai penjelasan yang cukup menarik karena pengalaman langsung Guru Relawan Muhammad Imron yang pernah meneliti kehidupan dan dinamika populasi Banteng di Kedua tempat yang merupakan wilayah Taman Nasional.

Setelah dijelaskan dengan gamblang bagaimana dinamika kehidupan di Savana, barulah audiens diarahkan dan diajak sharing untuk menemukan pengertian ekosistem/ekologi, komponen-komponen pembentuk ekosistem, dan bagaimana aliran energi dan rantai makanan di dalam ekosistem.

Saat sesi Tanya jawab banyak, pertanyaan yang pertama sekaligus sebagai pembangkit semangat bagi siswa-siswa peserta T-Co diajukan oleh Bp. Noenoeng BP. Beliau menanyakan tentang hasil penelitian yengpernah dilakukan oleh Bp. Imron di Alas Purwo maupun di Baluran. Pertanyaan berikut dari berasala dari siswa kelas X-6 tentang perbedaan kondisi ekosistem/musim yang ada di Indonesia dengan yang ada di Jerman dan bagaimana cara adaptasi bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jerman. Pertanyaan yang cerdas berikut dari siswa kelas X- 4 menanyakan tentang metodologi penelitian yang pernah dilakukan oleh Bp. M. Imron di Taman nasional Baluran maupun di Alas Purwo apakah penelitian secara langsung dengan menghitung dinamika populasi Banteng ataukah penelitian secara tidak langsung. Dan masih banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta T-Co dimana diakhiri dengan saran oleh Mr. Graham MCDonald kepada Bp. Imron untuk memberi arahan dan motivasi kepada siswa-siswa SMA Muhammdiyah 2 Genteng bagaimana caranya bisa belajar ke luar negeri.

Semua pertanyaan dijawab dengan runut dan jelas oleh pembicara dan bisa dipahami oleh peserta T-Co terutaman saran dari beliau bahwa untuk belajar ke luar negeri dituntut kemampuan berbahasa asing dengan baik dan selalu rajin mencari informasi di internet tentang peluang belajar ke luar negeri dan tentang beasiswa. Telekonferensi diakhiri dengan do’a semoga acara ini memberi manfaat dan pemahaman yang lebih mendalam bagis semua, terutama bagi siswa-siswi SMA Muha Genteng yang mngikuti T-Co siang itu.

Berkat partisipasi dan antusias dari semua pihak baik dari Guru relawan maupun siswa-siswa serta Guru pendamping, serta dari kehendak Allah SWT jualah, akhirnya kegiatan ini bisa berjalan lancer tanpa hambatan yang berarti.

roro syariatai, nining mei lina, widya atsoka, dwi yoga ardiansyah, anditalin anggraeni (team reporter x-6) foto oleh : agus supriyanto

 

back to top
depan