Logo1000Guru
line decor
  - Best viewed in Firefox
line decor




TENTANG KAMI
PERKULIAHAN


mail to:
web-admin
 
 
 
 
 
 

Logo

 

Siapakah 1000Guru?

Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat non-profit, non-partisan, independen, dan terbuka. Spirit dari lembaga ini adalah “gerakan” atau “tindakan” bahwa semua orang bisa menjadi guru dan berkontribusi untuk meningkatkan level pendidikan di Indonesia.
Gerakan 1000guru ingin menjawab salah satu permasalahan mendasar dari pendidikan dasar-menengah di Indonesia yaitu "kekurangan guru", baik dari sisi kuantitias, kualitas, maupun penyebaran, dengan memanfaatkan kelimpahan sumber daya manusia yang tersebar di bidang-bidang non-pendidikan dasar-menengah dan yang tersebar di seluruh penjuru planet.
Gerakan 1000guru juga ingin menyambung kembali tali ikatan kultural antara dunia pendidikan dan masyarakat, seperti di masa lalu ketika pendidikan masih berlangsung di lingkup keluarga. Pendidikan adalah satu-satunya aset yang tidak dimiliki oleh makhluk selain manusia, yang sudah terbukti dan akan terus menjadi motor yang memperpanjang nyawa peradaban manusia. Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

  Ahmad Maryudi      
 


FOTO

 

Nama
:
Ahmad Maryudi
Tempat/Tgl. lahir
:
Blora, Juni 1976
Riwayat Sekolah
:
SD Patalan I Blora
SMPN 1 Blora
SMAN 1 Blora
S1: Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan UGM
S2: The Australian National University, Canberra-Australia (2003-2005)
S3: Georg-August Universitat Goettingen, Jerman (2007-sekarang)
Pekerjaan
:
Dosen Jurusan Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan UGM
Hobi
:
Menulis, Olahraga, Tidur
Status Keluarga
:
Menikah (baru 2 anak)
email
:
Maryudi76 at yahoo dot com



1. Apa cita-cita anda waktu kecil?
Beragam. Pernah bercita-cita jadi pemain bola, terispirasi Platini dan Bambang Nurdiansyah. Sempat didaftarin ke Diklat Salatiga, tapi nasib menentukan lain saat cedera engkel ngga sembuh-sembuh sampai kini. Mungkin salah pijat. Pernah pengen jadi guru matematika, hanya karena pernah diajar guru yang sangat lugas dalam menjelaskan soal-soal yang sulitnya minta ampun. Syukurlah cita-cita ini tidak kesampaian karena nilai matematika dalam NEM SD, SMP dan SMA selalu paling rendah dibanding mata pelajaran lain. Dalam transkrip S1 pun saya punya 1 nilai D. Coba tebak? Matematika! Yang jelas, sampai wisuda S1 pun saya tidak pernah bermimpi untuk menekuni pekerjaan saat ini. Tidak terbayang sama sekali.
 
2. Ceritakan hal yang paling mengesankan sewaktu sekolah dari TK-SMA?
Waktu SD-SMA (bahkan sampai kuliah), saya merasa tidak punya hal-hal yang mengesankan. Semua berjalan datar, atau malah bisa mengenaskan. Semenjak SD, pulang sekolah harus membantu orang tua bekerja di ladang sampai sore. Saat kemarau, biasanya harus bangun dinihari untuk 'travelling' mencari air. Pernah terlintas juga apa yang dibilang Queen: "berharap tidak dilahirkan kedunia". Tapi ada satu hal yang menguatkan tekad saya, saat simbok / ibu saya (alumni kelas 4 SD) bilang: "Jikalau kita diberi kemudahan dan kelebihan rejeki pun, kamu pun akan saya didik seperti saya mendidikmu saat ini. Selalu bekerja keras!"
 
3. Ceritakan hal yang paling menantang sewaktu sekolah dari TK-SMA!
Tidak ada yang begitu menantang sebenarnya. Jauh dari hingar bingar anak-anak yang otaknya encer yang ikut berbagai lomba, cerdas cermat, cepat tepat dll. Masa SMP, SMA malah lebih sering dihiasi dengan tawuran. Jangan ditiru lho, soalnya saya sendiri juga menyesal
 
4. Siapa guru yang paling mengesankan bagi anda, dan mengapa?
Guru SD, namanya Bpk Suryanto (almarhum). Nampaknya saya memang ditakdirkan untuk selalu 'dikawal' beliau, karena diajar saat kelas 1, 4, 5, 6. Padahal model 'guru mengikuti murid' jarang-jarang terjadi saat itu (decade 80an). Bahkan saya baru tahu, ternyata model-model seperti diterapkan di beberapa negara maju. Jadi guru tahu betul siswanya. Yang membuat saya terkesan adalah cara mengajar beliau yang interaktif, tidak harus duduk di bangku terus menerus. Kadang bangku-bangku sengaja disingkirkan, dan kita membuat berbagai jenis permainan, yang tentunya terkait dengan pelajaran. Jadi kita merasa bosan dengan pelajaran. Mungkin jarang, ada tipe guru Indonesia seperti itu, saat itu (bahkan sekarang pun).
 
5. Ceritakan hal yang paling inspiratif dalam hidup anda!
Banyak, tidak bisa memilih mana yang paling inspiratif.
 
6. Apa cita-cita anda sekarang?
Dosen dan peneliti yang produktif
 
7. Cerita-cerita yang lain yang berkesan selama sekolah-bekerja.
Saat kuliah S1 di jogja (walau sebenarnya bisa dibilang tidak mengesankan). Untuk bisa survive kuliah, terpaksa harus cari kerja sambilan. Mulai dari penjaga toko, tukang fotocopy, jual koran, bahkan ikut-ikutan ngamen. Yang agak keren dikit ya ikut proyek dosen.