Logo1000Guru
line decor
  - Best viewed in Firefox
line decor




TENTANG KAMI
PERKULIAHAN


mail to:
web-admin
 
 
 
 
 
 

Logo

 

Siapakah 1000Guru?

Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat non-profit, non-partisan, independen, dan terbuka. Spirit dari lembaga ini adalah “gerakan” atau “tindakan” bahwa semua orang bisa menjadi guru dan berkontribusi untuk meningkatkan level pendidikan di Indonesia.
Gerakan 1000guru ingin menjawab salah satu permasalahan mendasar dari pendidikan dasar-menengah di Indonesia yaitu "kekurangan guru", baik dari sisi kuantitias, kualitas, maupun penyebaran, dengan memanfaatkan kelimpahan sumber daya manusia yang tersebar di bidang-bidang non-pendidikan dasar-menengah dan yang tersebar di seluruh penjuru planet.
Gerakan 1000guru juga ingin menyambung kembali tali ikatan kultural antara dunia pendidikan dan masyarakat, seperti di masa lalu ketika pendidikan masih berlangsung di lingkup keluarga. Pendidikan adalah satu-satunya aset yang tidak dimiliki oleh makhluk selain manusia, yang sudah terbukti dan akan terus menjadi motor yang memperpanjang nyawa peradaban manusia. Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

  Dina R Widarda Ediansjah      
 


FOTO

 

Nama
:
Dina R Widarda Ediansjah
Tempat/Tgl. lahir
:
Bandung / Juni 1970
Riwayat Sekolah
:
SD Angkasa (Medan, Malang, Madiun, Bandung)
SMPN 1 Bandung
SMAN 3 Bandung
S1 Teknik Sipil - Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung
S2 Rekayasa Struktur - ITB Bandung
S3 Dinamika Struktur - TU Dresden
Pekerjaan
:
1994-2004 Dosen di Jurusan Teknik Sipil Unpar- Bandung
1994-2004 Perencana di beberapa konsultan struktur
2004-2009 Peneliti di TU Dresden
Hobi
:
Membaca buku masakan
Status Keluarga
:
Menikah dengan 2 anak
email
:
dina_rwe at yahoo dot com



1. Apa cita-cita anda waktu kecil?
Saya punya segala macam cita-cita. Pernah ingin jadi dokter, karena kakak saya bercita-cita begitu. Ingin jadi tentara karena terlihat gagah. Ingin jadi petani, karena tidak perlu belanja ke pasar. Ingin jadi detektif, karena senang baca trio detektif dan masih banyak lagi.
 
2. Ceritakan hal yang paling mengesankan sewaktu sekolah dari TK-SMA?
Waktu kelas 2-3 SD di kompleks TNI-AU Pagas, Singosari-Malang, sekolah terdekat muridnya banyak, ruangan kelas sedikit. Sekolahnya cuman sebentar, karena dibagi 4 shift supaya bisa di-kelas-i (yang duduk di kursi dan menulis di meja.) Begitupun, sering juga belajar diluar ruangan, kadang di Aula, di teras depan kelas, di teras pinggir kelas, tentunya melantai tanpa kursi meja. Gurunya membawa papan tulis kesana kemari. Kadang juga di satu kelas digabung, kelas 2 dan 4 misalnya. Satu bangku dempet2-an minimal bertiga, duduk berdua tergolong mewah. Kalo diingat sekarang, mereka guru yang hebat, menjalankan multi tasking dengan mengajar 2 kelas yang berbeda.
 
3. Ceritakan hal yang paling menantang sewaktu sekolah dari TK-SMA!
Di SMA saya suka mengerjakan soal2 matematika dari Pak Suateng. Pada saat itu saya merasakan kesenangan setiap kali berhasil memecahkan persamaan atau pertidaksamaan, begitu juga dengan soal 3 dimensi, sangat mengasikkan. Soal2 yang beliau susun kreatif dan tidak membosankan. Ada saja hal baru yang bisa membuat saya menggumam "ooo begitu".
 
4. Siapa guru yang paling mengesankan bagi anda, dan mengapa?
Salah satu yang paling mengesankan yaitu pak Suateng, wali kelas dan guru matematika di SMA. Pada hari2 pertama kami belajar, beliau mengatakan: "Siapa bilang yang masuk SMA3 anak2 yang pintar? Buktinya kalian tidak tahu apa-apa". Maksud beliau saat itu mungkin agar kami tidak sombong dan sok tahu.
 
5. Ceritakan hal yang paling inspiratif dalam hidup anda!
Kutipan dari ibu tercinta: "Lebih baik menjadi yang terbodoh di sekumpulan orang pandai daripada menjadi yang terpandai di sekumpulan orang bodoh"
 
6. Apa cita-cita anda sekarang?
Menjadi professor.
 
7. Cerita-cerita yang lain yang berkesan selama sekolah-bekerja.
Waktu kecil saya tidak pernah bercita-cita menjadi dosen. Tetapi kemudian saya ditawari menjadi asisten pengganti di Jurusan Sipil Unpar. Sejak itu saya sangat menikmati pekerjaan sebagai dosen. Dan karena pekerjaan ini pula saya berusaha sekolah terus dan Alhamdulillah mendapat kesempatan belajar ke Jerman. Apa yang saya dapatkan saat ini tidak lepas dari peran keluarga, dua anak yang pengertian dan suami tercinta yang mendukung dalam segala hal menjadi supporter terbesar saya.