Logo1000Guru
line decor
  - Best viewed in Firefox
line decor




TENTANG KAMI
PERKULIAHAN


mail to:
web-admin
 
 
 
 
 
 

Logo

 

Siapakah 1000Guru?

Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat non-profit, non-partisan, independen, dan terbuka. Spirit dari lembaga ini adalah “gerakan” atau “tindakan” bahwa semua orang bisa menjadi guru dan berkontribusi untuk meningkatkan level pendidikan di Indonesia.
Gerakan 1000guru ingin menjawab salah satu permasalahan mendasar dari pendidikan dasar-menengah di Indonesia yaitu "kekurangan guru", baik dari sisi kuantitias, kualitas, maupun penyebaran, dengan memanfaatkan kelimpahan sumber daya manusia yang tersebar di bidang-bidang non-pendidikan dasar-menengah dan yang tersebar di seluruh penjuru planet.
Gerakan 1000guru juga ingin menyambung kembali tali ikatan kultural antara dunia pendidikan dan masyarakat, seperti di masa lalu ketika pendidikan masih berlangsung di lingkup keluarga. Pendidikan adalah satu-satunya aset yang tidak dimiliki oleh makhluk selain manusia, yang sudah terbukti dan akan terus menjadi motor yang memperpanjang nyawa peradaban manusia. Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

  Muhammad Ali Imron      
 


FOTO

 

Nama
:
Muhammad Ali Imron
Tempat/Tgl. lahir
:
Yogyakarta, 11 Juli 1976
Riwayat Sekolah
:
TK - pernah ikut sehari dan langsung nggak mau
SD - SD Muhammadiyah Suronatan - Yogyakarta
SMP Negeri 3 Yogyakarta
SMA Negeri 2 Yogyakarta
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Program Master of Science Forest and Nature Conservation-Wageningen University- the Netherlands
Saat ini Mahasiswa S3 Faculty of Forest Geo and Hydro-sciences, TU Dresden Jerman
Pekerjaan
:
Dosen jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Hobi
:
Olah raga beladiri- Pencak Silat, Jadi Tukang Foto
Status Keluarga
:
menikah
email
:
imbron at yahoo dot com



1. Apa cita-cita anda waktu kecil?
Saya nggak punya cita-cita yang paling membekas saat itu, mungkin jadi tentara ya, karena dulu suka main perang-perangan dengan membuat senjata dari bambu Hal yang paling mengesankan sewaktu sekolah dari TK-SMA? Saya adalah satu-satunya diantara saudara saya yang tidak pernah mengalami pendidikan di TK, langsung ke SD, jadi kalau ditanya masalah nyanyi-menyanyi dan kerajinan tangan, saya paling tidak bisa.
 
2. Ceritakan hal yang paling mengesankan sewaktu sekolah dari TK-SMA?
SD Muhammadiyah Suronatan saat itu terkenal sebagai sekolah pilihan terakhir, karena disitu hanya anak-anak laki2 yang sekolah (walaupun akhirnya mulai generasi kakak kelas saya mulai membuka untuk perempuan) , dan sebagian besar anak didiknya adalah anak-anak dengan latar belakang ekonomi pas-pasan, hingga minus. Tak lupa banyak "anak nakal" yang sekolah di sana. Dedikasi guru-guru disana sangat besar, sampai-sampai mereka menyediakan pakaian seragam bagi anak2 yang tidak mampu. Dan saat ini sekolah ini sudah berkembang dengan jauh lebih baik berkat dedikasi guru-guru. Semoga amal jariyah bapak ibu guru saya tetep mengalir kepada mereka.Amin
 
3. Ceritakan hal yang paling menantang sewaktu sekolah dari TK-SMA!
 
4. Siapa guru yang paling mengesankan bagi anda, dan mengapa?
Guru kelas satu SD saya yang namanya bu Supinah, beliau bersedia menampung saya sebagai anak titipan di kelasnya. Beliau juga yang mendidik saya, dari sekedar anak titipan, menjadi anak yang layak ikut sekolah. Bu Supin panggilan beliau, mempunyai program yang menarik untuk memotivasi saya dan teman2 agar bangun pagi dan berangkat sekolah. Ibu Supin menyediakan tahu goreng untuk siswa yang datang paling duluan ke sekolah, dan saya pernah mendapatkan tahu goreng itu.
 
5. Ceritakan hal yang paling inspiratif dalam hidup anda!
Ada banyak kemenangan diatas kekalahan-kekalahan yang saya alami. Masa sekolah saya terutama dari saat SMP hingga kuliah S1 dilengkapi dengan kegiatan pertandingan pencak silat. Mulai tingkat cabang hingga tingkat nasional. Sering kali saya meraih prestasi tertinggi dalam pertandingan, dan tak sedikit saya mengalami kekalahan. Namun dalam berbagai kekalahan saya bisa menemukan rasa syukur yang besar atas kekalahan tersebut. Misalnya saja, pada tahun 1995 saya pernah mengikuti pertandingan Pra PON di Jakarta, dan saya langsung kalah pada saat pertama kali bertanding dengan tuan rumah, yang akhirnya lawan saya itu jadi juara PON. Ketika kalah saya sangat menyesal, namun setelah beberapa tahun saya sangat bersyukur karena dengan kekalahan itu saya bisa menyelesaikan sekolah dengan lancar dan bahkan melanjutkan sekolah tingkat lanjut. Bayangkan saja kalau pada saat itu saya menang, saya mungkin tidak akan pernah menikmati sekolah yang lebih tinggi.
 
6. Apa cita-cita anda sekarang?
Ingin mendapatkan gelar PhD, dan membagi ilmu yang saya miliki serta mengaplikasikan di Indonesia.
 
7. Cerita-cerita yang lain yang berkesan selama sekolah-bekerja.