Logo1000Guru
line decor
  - Best viewed in Firefox
line decor




TENTANG KAMI
PERKULIAHAN


mail to:
web-admin
 
 
 
 
 
 

Logo

 

Siapakah 1000Guru?

Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat non-profit, non-partisan, independen, dan terbuka. Spirit dari lembaga ini adalah “gerakan” atau “tindakan” bahwa semua orang bisa menjadi guru dan berkontribusi untuk meningkatkan level pendidikan di Indonesia.
Gerakan 1000guru ingin menjawab salah satu permasalahan mendasar dari pendidikan dasar-menengah di Indonesia yaitu "kekurangan guru", baik dari sisi kuantitias, kualitas, maupun penyebaran, dengan memanfaatkan kelimpahan sumber daya manusia yang tersebar di bidang-bidang non-pendidikan dasar-menengah dan yang tersebar di seluruh penjuru planet.
Gerakan 1000guru juga ingin menyambung kembali tali ikatan kultural antara dunia pendidikan dan masyarakat, seperti di masa lalu ketika pendidikan masih berlangsung di lingkup keluarga. Pendidikan adalah satu-satunya aset yang tidak dimiliki oleh makhluk selain manusia, yang sudah terbukti dan akan terus menjadi motor yang memperpanjang nyawa peradaban manusia. Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

  Noor Saif Muhammad Mussafi      
 


FOTO

 

Nama
:
Noor Saif Muhammad Mussafi
Tempat/Tgl. lahir
:
Yogyakarta, Juni 1982
Riwayat Sekolah
:
TK ABA Kauman Yogyakarta
SD Muhammadiyah Sokonandi Yogyakarta
Madrasah Tsanawiyah-Aliyah Mu'allimin Yogyakarta
Matematika Universitas Negeri Yogyakarta (S1)
Mathematics TU Chemnitz Deutschland (S2)
Pekerjaan
:
Assistant GM Pamella Supermarket Yogyakarta (2004-2006)
Mahasiswa S2 di TU Chemnitz (2007-sekarang)
Hobi
:
Nonton sepak bola
Status Keluarga
:
Menikah, 1 istri (Mela), 2 anak (Farah dan Sakeena)
email
:
om_norsa at yahoo dot com



1. Apa cita-cita anda waktu kecil?
Macam-macam, tapi yang masih ingat ingin jadi pilot handal dan guru yang baik.
 
2. Ceritakan hal yang paling mengesankan sewaktu sekolah dari TK-SMA?
Masa sekolah yang paling bahagia adalah SD. Beban pelajaran masih sedikit dan waktu bermain cukup banyak, apalagi di saat umbar ataupun sepulang sekolah. Dan saya bersyukur alhamdulillah bisa mengenal Bapak-Ibu guru yang dengan begitu ikhlasnya mendidik dan mengajar.
 
3. Ceritakan hal yang paling menantang sewaktu sekolah dari TK-SMA!
Saat kelas 3 Aliyah (SMA), saya merasakan tantangan yang luar biasa. Bagaimana tidak, karena satu kelas jurusan IPA hanya ada 11 siswa, sangat kontras dengan jurusan IPS yang "dihuni" 40 siswa. Sehingga sekolah serasa les privat di bimbel, silaturahmi diantara kita sangat erat, suasana kelas tidak ramai, dan tantangannya masing-masing tidak bisa menghindar jika disuruh menyelesaikan soal di papan tulis alias pasti kebagian.
 
4. Siapa guru yang paling mengesankan bagi anda, dan mengapa?
Guru yang sangat berkesan bagi saya justru bukan guru di sekolah formal, akan tetapi guru Matematika di Bimbel ABW Yogyakarta yang bernama Pak Sarwoko. Beliau inilah sosok pertama kali yang dengan ketrampilannya menjelaskan berbagai rumus beserta ilustrasinya dalam keseharian, membuat saya benar-benar menjadi jatuh cinta dengan Matematika, sampe akhirnya saya berkomitmen nanti setelah lulus SMA untuk melanjutkan kuliah ke Jurusan Matematika. Saya menaruh hormat dengan beliau dan mendoakan atas semua amal jariyahnya semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala yang berlipatganda.
 
5. Ceritakan hal yang paling inspiratif dalam hidup anda!
Ada sebuah kalimat yang benar-benar membakar semangat saya: "Berjuang untuk mengenyam pendidikan formal setinggi mungkin adalah pekerjaan yang "sulit" sehingga diperlukan kesungguhan dan tawakkal kepada Allah SWT, akan tetapi lebih sulit lagi berjuang menjadi orang yang solih (baik) dan bermanfaat bagi orang banyak".
 
6. Apa cita-cita anda sekarang?
Menjadi dosen sekaligus pengusaha yang jujur dan sukses.
 
7. Cerita-cerita yang lain yang berkesan selama sekolah-bekerja.
Semasa kuliah di UNY alhamdulillah saya menikmati sekali berorganisasi. Banyak pelajaran dan pengalaman berharga seperti komunikasi, negosiasi, kepemimpinan dan lain-lainnya yang tidak pernah saya peroleh di pendidikan formal. Pengalaman tidak terlupakan terjadi ketika memasuki periode terakhir selama kuliah di UNY, dengan izin Allah SWT, terpilih menjadi 12 finalis Mahasiswa Berprestasi tingkat Nasional 2003 sekaligus mendapat kesempatan mengikuti upacara 17 Agustus 2003 (pengibaran dan penurunan bendera) di Istana Negara Jakarta.