Logo1000Guru
line decor
  - Best viewed in Firefox
line decor




Majalah 1000guru
PERKULIAHAN
TENTANG KAMI

mail to:
web-admin
 
 
 
 
 
 

Logo

 

Siapakah 1000Guru?

Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat non-profit, non-partisan, independen, dan terbuka. Spirit dari lembaga ini adalah “gerakan” atau “tindakan” bahwa semua orang bisa menjadi guru dan berkontribusi untuk meningkatkan level pendidikan di Indonesia.
Gerakan 1000guru ingin menjawab salah satu permasalahan mendasar dari pendidikan dasar-menengah di Indonesia yaitu "kekurangan guru", baik dari sisi kuantitias, kualitas, maupun penyebaran, dengan memanfaatkan kelimpahan sumber daya manusia yang tersebar di bidang-bidang non-pendidikan dasar-menengah dan yang tersebar di seluruh penjuru planet.
Gerakan 1000guru juga ingin menyambung kembali tali ikatan kultural antara dunia pendidikan dan masyarakat, seperti di masa lalu ketika pendidikan masih berlangsung di lingkup keluarga. Pendidikan adalah satu-satunya aset yang tidak dimiliki oleh makhluk selain manusia, yang sudah terbukti dan akan terus menjadi motor yang memperpanjang nyawa peradaban manusia. Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

  Rita Fransina Maruanaya      
 


FOTO

 

Nama
:
Rita Fransina Maruanaya
Tempat/Tgl. lahir
:
Ambon, November 1975
Riwayat Sekolah
:
TK Exelcior Ambon Tahun 1980 s/d 1981
SD Negeri 47 Ambon Tahun 1981 s/d 1987
SMP Negeri 2 Ambon Tahun 1987 s/d 1990
SMA Negeri 2 Ambon Tahun 1990 s/d 1993
S1 Universitas Pattimura Ambon 1993 s/d 1999
Sedang mengikuti Pendidikan S2 di Technische Universitaet Dresden Jerman dari Tahun 2008 sampai sekarang
Pekerjaan
:
Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Pattimura Ambon
Hobi
:
Baca komik
Status Keluarga
:
Menikah (1 anak - Mimie Ascharia)
email
:
ita_maruanaya at yahoo dot com



1. Apa cita-cita anda waktu kecil?
Waktu kecil saya bercita-cita menjadi guru matematika,karena sejak SD saya senang sekali dengan mata pelajaran tersebut.
 
2. Ceritakan hal yang paling mengesankan sewaktu sekolah dari TK-SMA?
Ketika saya masih duduk di kelas satu Sekolah Dasar, saya belum mengerti apa artinya Naik Kelas. Kemudian saya bertanya kepada saudara saya yang saat itu sudah duduk di kelas empat. Katanya, kalau naik ke kelas dua, saya harus naik lewat atap sekolah dulu, kemudian lompat ke kelas dua. Wah ... ternyata susah juga kalau naik kelas. Setiap hari saya perhatikan atap sekolah dan selalu berpikir bagaimana caranya bisa naik dan lompat dari sana.Ketika tiba waktunya, yaitu hari pertama dimana saya harus duduk di kelas dua, saya menjadi sangat takut. Ketika bel berbunyi, saya melihat teman sebangku saya, yang ternyata tidak naik kelas, berbaris di depan ruang kelas satu,.Saya pikir, daripada harus naik ke atas atap, lebih baik duduk lagi di kelas satu. Setelah beberapa menit mengikuti pelajaran, saudara saya yang juga duduk di kelas dua, datang memanggil saya serta melapor ke ibu guru. Akhirnya saya pindah ke kelas dua, tanpa harus melewati atap sekolah.
 
3. Ceritakan hal yang paling menantang sewaktu sekolah dari TK-SMA!
Sewaktu saya masih di kelas satu dan dua SMP, saya selalu mendapatkan nilai jelek pada pelajaran Bahasa Inggris. Saya tidak pernah bisa mengerti apa yang dijelaskan oleh guru bahasa Inggris saya. Saya jadi berpikir, kalau guru saya bisa berbahasa Inggris, berarti saya juga pasti bisa. Pasti ada caranya, sampai guru saya tersebut bisa menguasai bahasa Inggris. Saya mulai belajar sendiri di rumah. Setiap hari saya belajar. Pokoknya tiada hari tanpa bahasa Inggris. Akhirnya saya mengerti juga. Ketika duduk di kelas tiga SMP, nilai ulangan bahasa Inggris saya selalu yang terbaik. Ternyata perlu ketekunan untuk suatu keberhasilan.
 
4. Siapa guru yang paling mengesankan bagi anda, dan mengapa?
Guru yang paling mengesankan bagi saya adalah guru matematika saya di SMP Negeri 2 Ambon yaitu Bapak Pattiapon. Cara mengajarnya sangat bagus, saya bisa cepat mengerti apa yang dijelaskan oleh guru saya tersebut. Biasanya siswa takut sama pelajaran matematika, tapi dengan Bapak Pattiapon, saya tidak pernah merasa takut, justru saya selalu tidak sabar menantikan jam pelajaran tersebut.
 
5. Ceritakan hal yang paling inspiratif dalam hidup anda!
Dari guru Matematika inilah, saya terinspirasi untuk menjadi guru yang bisa menerangkan dengan baik. Tidak ada gunanya kita berdiri di depan kelas dan memberikan penjelasan panjang lebar apalagi sambil marah-marah sementara siswa tidak mengerti apa yang kita jelaskan. Sekarang setiap kali mengajar, saya selalu berusaha membuat mahasiswa saya mengerti dan memahami apa yang saya jelaskan dan yang paling utama adalah tidak marah-marah di kelas.
 
6. Apa cita-cita anda sekarang?
Saya merasa penguasaan Bahasa Jerman saya masih sangat kurang oleh sebab itu saya ingin memperdalam pengetahuan saya dengan cara apa saja misalnya melanjutkan S3 di Jerman , atau kursus di Goethe Institut.
 
7. Cerita-cerita yang lain yang berkesan selama sekolah-bekerja.
Waktu saya masih di SD, ibu saya berlangganan majalah Kartini dan Femina. Saya suka melihat-lihat gambar di majalah tersebut. Gambar yang paling saya senangi adalah gambar orang barat (mungkin orang Eropa) yang sedang duduk di bangku di sebuah taman yang besar. Saya selalu membayangkan, seandainya saya duduk di situ. Suatu saat Bapak Babtis saya ditugaskan ke Jerman selama enam bulan. Pulangnya beliau membawa hadiah dua buah Pullover (sweter) untuk saya. Selain itu banyak cerita yang saya dapatkan dari beliau tentang Jerman. Saya jadi sangat ingin ke Jerman. Setelah lulus SMA saya memilih kuliah di PS Bahasa Inggris, tapi saya malah lulus di Bahasa Jerman. Untuk pindah ke Bahasa Inggris, saya harus menunggu sampai semester tiga. Akhirnya saya melanjutkan sampai selesai di Program Studi Bahasa Jerman, dan mimpi saya sejak kecil yang hampir saya lupakan akhirnya terkabul juga. Saat ini saya sedang berada di Jerman dan sudah berfoto di taman sambil duduk di bangku di Grosser Garten Dresden. Terima Kasih Tuhan atas berkatMu.