Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat non-profit, non-partisan, independen, dan terbuka. Spirit dari lembaga ini adalah “gerakan” atau “tindakan” bahwa semua orang bisa menjadi guru dan berkontribusi untuk meningkatkan level pendidikan di Indonesia. Gerakan 1000guru ingin menjawab salah satu permasalahan mendasar dari pendidikan dasar-menengah di Indonesia yaitu "kekurangan guru", baik dari sisi kuantitias, kualitas, maupun penyebaran, dengan memanfaatkan kelimpahan sumber daya manusia yang tersebar di bidang-bidang non-pendidikan dasar-menengah dan yang tersebar di seluruh penjuru planet.
Gerakan 1000guru juga ingin menyambung kembali tali ikatan kultural antara dunia pendidikan dan masyarakat, seperti di masa lalu ketika pendidikan masih berlangsung di lingkup keluarga. Pendidikan adalah satu-satunya aset yang tidak dimiliki oleh makhluk selain manusia, yang sudah terbukti dan akan terus menjadi motor yang memperpanjang nyawa peradaban manusia. Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Seto Hardjana
Nama
:
Seto Hardjana
Tempat/Tgl. lahir
:
Jakarta, November 1980
Riwayat Sekolah
:
TK LabSchool IKIP Jakarta
SDN Labschool IKIP Jakarta
SMP Tarakanita 4, Jakarta SMA Negeri 21, Jakarta Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Universitas Indonesia yang terkenal itu lho ...
Saat ini menjadi mahasiswa S2 di Institute of Southeast Asian Studies, Universitas Passau, Jerman
Pekerjaan
:
Pengajar Muda Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI
Peneliti LabSosio UI
Hobi
:
Bermusik, klithikan alias reparasi barang rusak, fotografi
Status Keluarga
:
email
:
1. Apa cita-cita anda waktu kecil?
Cita-cita jadi pemain musik, antara jadi pemain biola atau konduktor orkes. Sayangnya kurang tekun, jadi terlepaslah sang cita-cita. Selain itu, tentunya juga bercita-cita jadi pilot.
2. Ceritakan hal yang paling mengesankan sewaktu sekolah dari TK-SMA?
Sewaktu lulus SD, saya sempat congak karena menjadi salah satu lulusan terbaik dari salah satu SD terbaik di Jakarta. Tapi ketika masuk SMP malah jadi stress karena ternyata teman-teman baru saya berlipat-lipat jauh lebih pintar dan memiliki etos kerja yang lebih tinggi. Setelah kerja keras akhirnya berhasil beradaptasi. Namun sewaktu masuk SMAN kembali stress karena kondisinya terbalik. Situasi belajar SMAN saya lebih santai dari pada SMP. Rasanya seperti naik Roller Coaster.
3. Ceritakan hal yang paling menantang sewaktu sekolah dari TK-SMA!
4. Siapa guru yang paling mengesankan bagi anda, dan mengapa?
Bu Hestri, guru SD saya yang selalu percaya bahwa saya adalah murid yang baik dan selalu bangga atas apa yang saya kerjakan walau saya juga murid yang sangat nakal. Sampai saat ini saya selalu belajar dari sikapnya: Percayalah pada kebaikan orang, melebihi perbuatan buruknya, agar ia tahu bahwa kita menyayanginya dan ia mau menjadi lebih baik. Bu Hestri, ini untuk Anda!
5. Ceritakan hal yang paling inspiratif dalam hidup anda!
Anda! Ya, Anda semua! Setiap interaksi sosial cenderung inspiratif untuk saya.
6. Apa cita-cita anda sekarang?
Belajar sampai Post-Doctoral dan bekerja membangun masyarakat Indonesia yang lebih baik melalui penelitian-penelitian sosial.
7. Cerita-cerita yang lain yang berkesan selama sekolah-bekerja.
Kenapa belajar Sosiologi?
Untuk saya, sangat menarik untuk memperhatikan perilaku masyarakat, mengetahui apa yang tidak diketahui secara umum, dan mencoba menyelesaikan masalah-masalah sosial karena hasilnya selalu tidak pasti. Seperti puzzle! Seperti menjadi detektif.
Misal 1: coba masuk masuk ke departemen store, umumnya di sebelah kanan pintu masuk akan dijumpai barang-barang konsumsi laki-laki (aksesoris mobil, motor, kaset, perlistrikan, elektronik, dsb.). Kenapa? Sebab itulah trik klasik untuk menarik bapak-bapak (juga)berbelanja ketika mengantar istrinya berbelanja. Tahu dari mana kita hal ini bahwa trik ini akan berhasil? Dari pengamatan sosial!
Misal 2: bagaimana konflik Ambon bisa diselesaikan? Melalui pendekatan sosial, bukan kekerasan.
Bahan ajar apa saja yang Anda punya untuk 1000guru.net?
Studi Asia Tenggara, Korupsi dan Hukum, Konsumsi dan Gaya Hidup, Konflik Sosial dan dimensi-dimensinya, Kelas Sosial dan Kemakmuran, Demokrasi dan Politik, Negara dan Rakyat, Musik Alternatif dan Tema Sosial, Gaya Hidup dan Dinamika Sosial, dan ... banyak lagi!
Ada lagi yang mau diungkapkan?
Ahh, tak perlu serius-serius, tapi jangan lupa ini serius lho!