Logo1000Guru
line decor
  - Best viewed in Firefox
line decor




TENTANG KAMI
PERKULIAHAN


mail to:
web-admin
 
 
 
 
 
 

Logo

 

Siapakah 1000Guru?

Gerakan 1000guru adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bersifat non-profit, non-partisan, independen, dan terbuka. Spirit dari lembaga ini adalah “gerakan” atau “tindakan” bahwa semua orang bisa menjadi guru dan berkontribusi untuk meningkatkan level pendidikan di Indonesia.
Gerakan 1000guru ingin menjawab salah satu permasalahan mendasar dari pendidikan dasar-menengah di Indonesia yaitu "kekurangan guru", baik dari sisi kuantitias, kualitas, maupun penyebaran, dengan memanfaatkan kelimpahan sumber daya manusia yang tersebar di bidang-bidang non-pendidikan dasar-menengah dan yang tersebar di seluruh penjuru planet.
Gerakan 1000guru juga ingin menyambung kembali tali ikatan kultural antara dunia pendidikan dan masyarakat, seperti di masa lalu ketika pendidikan masih berlangsung di lingkup keluarga. Pendidikan adalah satu-satunya aset yang tidak dimiliki oleh makhluk selain manusia, yang sudah terbukti dan akan terus menjadi motor yang memperpanjang nyawa peradaban manusia. Oleh karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

  Teguh Dartanto      
 


FOTO

 

Nama
:
Teguh Dartanto
Tempat/Tgl. lahir
:
Pati, 15 Desember 1980
Riwayat Sekolah
:
SD Pelemgede 02
SMP Jakenan 1
SMUN 1 Pati
Departemen Ilmu Ekonomi, Universtas Indonesia
Pasca Sarjana Ilmu Ekonomi, Hitotsubashi University
Pekerjaan
:
Dosen/Peneliti, LPEM FEUI, Departemen Ilmu Ekonomi, Universitas Indonesia
Hobi
:
Membaca, menulis dan nonton TV
Status Keluarga
:
menikah
email
:
tdartanto98 at yahoo dot com



1. Apa cita-cita anda waktu kecil?
Ingin sekolah ke Luar Negeri dengan beasiswa
 
2. Ceritakan hal yang paling mengesankan sewaktu sekolah dari TK-SMA?
Saya adalah generasi pertama penduduk Desa Pelemgede yang menikmati TK itupun hanya setangah tahun. Sekolah di SD dekat rumah adalah masa indah untuk bermain dan belajar. Merasakan belajar dibawah lampu petromax dan lampu minyak tetapi sejak kelas dua SD terbitlah terang dengan aliran listrik PLN. Sekolah SMP jauh dari rumah sehingga harus naik angkot. Selain itu karena badan saya yang kecil, rambut lurus agak kemerahan dan kulit sedikit putih sering dibuat bahan ledek-ledekan senior dan guru-guru sebagai anak Sinyo dan bukan Jawa, karena itulah saya menjadi minder dan tidak percaya diri. Sekolah SMU jauh dikota sehingga harus indekos, dengan uang saku pas-pasan sehingga harus pandai mengatur keuangan agar selamat sampai seminggu. Setiap Sabtu dan Minggu pulang kerumah dan balik ke sekolah senin pagi, kalau musim hujan sangat menderita karena jalanan belum beraspal dan berlumpur setengah lutut sehingga harus menenteng sepatu sampai jalanan beraspal dan mencuci kaki diselokan.
 
3. Ceritakan hal yang paling menantang sewaktu sekolah dari TK-SMA!
Sebuah cerita yang sangat memalukan terjadi, bahwa pola pendidikan di sekolah dilakukan dengan kekerasan. Saya pernah ditampar pakai penggaris kayu sepanjang 1 meter oleh guru matematika. Saya juga tidak tahu permasalahannya apa, tetapi kata gurunya saya tidak memperhatikan pelajaran matematika yang diberikan. Bukan main malunya tetapi dari situlah saya ingin membuktikan bahwa sayalah yang terbaik di kelas Matematika. Sebuah pola pendidikan dengan penuh kekerasan sehingga menjadikan sekolah semakin ketakutan. Saya juga merasakan ketika di SMP subyektifitas guru sangat besar bahkan cenderung diskriminatif. Sebagian besar guru menganak emaskan anak-anak yang aktif organisasi, berprestasi, anak-anak orang kaya, anak-anak pejabat dan anak-anak yang memiliki kelebihan fisik. Sebuah pendidikan yang tidak mengajarkan kesetaraan, keadilan dan objektifitas. Itulah yang membuat saya tentantang ingin membuktikan bahwa Sayalah yang layak menjadi lulusan terbaik di SMP. Pola pendidikan di SMU 1 Pati adalah model pendidikan yang menurut saya menjunjung tinggi sportivitas, kesetaraan, objektifitas dan keadilan. Guru tidak marah kalau murid tidak mengerjakan PR tetapi anak-anak yang tidak mengerjakan PR disuruh mengerjakan di depan kelas jika mereka tidak bisa baru ada hukuman yang mendidik. Saya juga pernah dikeluarkan dari kelas praktikum Kimia, kata gurunya tidak memperhatikan pelajaran dan sibuk sendiri dengan bahan-bahan kimia. Saya belajar keras untuk memberikan kejutan buat Pak Guru Kimia, Pak Guru kimia kaget ketika ulangan pertama kimia, saya bisa menjadi yang terbaik.
 
4. Siapa guru yang paling mengesankan bagi anda, dan mengapa?
Tidak banyak guru dari SD-SMP yang membuat saya terkesan, karena mereka semua cenderung formal, menyampaikan pelajaran yang membosankan dan tidak inspiratif bagi anak-anak tentang manfaat dari pejaran yang disampaikan. Yang terjadi adalah anak-anak merasakan bahwa apa yang dipelajari hanya untuk lulus SMU dan untuk ujian masuk perguruan tinggi. Dosen-dosen di Universitaslah yang membuat saya sangat terkesan. Ada 3 dosen yang sangat mempengaruhi jalan hidup saya dan memberikan inspirasi. Prof. Sri Edi Swasono dialah yang memberikan kesempatan bagi saya untuk menjadi Asistennya, dia mengajarkan mengenai kemanusian, keberpihakan ilmuan terhadap golongan yang tidak beruntung. Prof. Bambang Brodjonegoro mengajak saya untuk menyelami dunia akademik, penelitian dan memberikan kebebasan mengembangkan ide-ide yang out of box. Dr. Muhamad Ikhsan memperkenalkan dunia ilmuwan dengan dunia kekuasaan.
 
5. Ceritakan hal yang paling inspiratif dalam hidup anda!
Saya diterima di FEUI melalui jalur PPKB adalah suatu yang sangat mengesankan. Ketika mendaftar PPKB saya mengisi Ilmu Komputer UI tetapi surat penerimaannya di FEUI membuat saya bingung tetapi saya tidak punya pilihan selain mengambil FEUI. Menjelang UAN di SMU badan saya sudah tidak fit dan akhirnya saya harus dirawat di rumah sakit dan dirumah dalam jangka waktu yang sangat lama, sehingga tidak memungkinkan saya ikut UMPTN. Disinilah saya menyadari bahwa setiap kejadian sudah diatur oleh Allah SWT dan Dia-lah yang maha mengetahui mana yang terbaik buat hidup kita. Kegagalan-kegagalan dalam hidup saya baik dalam urusan mencari sekolah di Luar Negeri, maupun ketika sekolah di Luar Negeri serta kegagalan-kegagalan dalam kehidupan pribadi, membuat saya lebih sabar dan berserah diri dengan kehendak-Nya. Kegagalan itu diperlukan sebagai pelajaran dari kehidupan sehingga membuat kita tidak lagi sombong dan membanggakan diri.
 
6. Apa cita-cita anda sekarang?
Ingin mendapatkan gelar PhD sebagai salah satu syarat untuk menjadi professor di UI, setalah itu pulang ke Indonesia mengamalkan ilmu sebagai peneliti dan dosen di LPEM dan FEUI.
 
7. Cerita-cerita yang lain yang berkesan selama sekolah-bekerja.